Merapi Semburkan Wedus Gembel ke Arah Sungai Bebeng Sejauh 1,8 Km

Selasa, 10 Mei 2022 - 20:21 WIB
loading...
Merapi Semburkan Wedus Gembel ke Arah Sungai Bebeng Sejauh 1,8 Km
Gunung Merapi semburkan awan panas, Selasa (10/5/2022) sore pukul 17.31 WIB. Foto/BPPTKG
A A A
SLEMAN - Guguran awan panas meluncur deras dari puncak Gunung Merapi, Selasa (10/5/2022) sore, sekitar pukul 17.31 WIB. Awan panas yang sering disebut wedus gembel tersebut, meluncur dari puncak gunung yang berada di perbatasan Sleman, DIY; Magelang, Boyolali, dan Klaten, Jateng tersebut, mengarah ke Sungai Bebeng.

Baca juga: Mengerikan! Truk Terkubur Lahar Gunung Merapi di Sungai Gendol

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, getaran akibat awan panas guguran mencapai amplitudo 27 mm, dan durasi 149 detik. Awan panas guguran meluncur ke arah barat daya sejauh 1,8 km.



BPPTKG juga mencatat, pada periode pukul 00.00 WIB-18.00 WIB terjadi lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,8 km ke arah barat daya. Gempa guguran 78 kali, gempa fase banyak atau hybrid sebanyak lima kali, gempa tektonik jauh satu kali, dan vulkanik dangkal empat kali.

Baca juga: Firasat Buruk Polwan Cantik Briptu Suci Muncul Lewat Mimpi, Temukan Fakta Suami Selingkuh hingga Punya Anak

Untuk status masih level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km, dan Sungai Gendol 5 km. "Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," kata Kepala BPPTKG, Henik Humaida.

Baca juga: Ibu Muda di Negara Ratu Ajak 2 Pemuda Pesta Terlarang di Rumah Kosong, Panik saat Digerebek

Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. "Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," paparnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1464 seconds (10.177#12.26)