Romantisme Ridwan Kamil dan Si Cinta di Jembatan Gantung Simpay Asih

Selasa, 10 Mei 2022 - 19:49 WIB
loading...
Romantisme Ridwan Kamil...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bersama Si Cinta berjalan beriringan penuh romantisme di jembatan gantung Simpay Asih, Kabupaten Bandung, Selasa (10/5/2022). Foto: SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kembali menunjukkan sisi romantisnya kepada sang istri tercinta, Atalia Praratya .

Sikap romantis Ridwan Kamil kepada Si Cinta, panggilan akrab Atalia Praratya ditunjukkan saat meresmikan jembatan gantung Simpay Asih di Kabupaten Bandung, Selasa (10/5/2022).

Di tengah jembatan gantung yang membentang, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu tampak memegang erat tangan Si Cinta. Keduanya berjalan beriringan di tengah pemandangan alam pedesaan yang sangat indah.

Baca juga: Gak Kebayang! Calon Pengantin Pria Diantar Arak-arakan 3.000 Orang hingga Bikin Geger

Sesuai namanya, Simpay Asih sendiri memiliki makna ikatan cinta. Tak heran jika Kang Emil pun kembali menunjukkan cintanya kepada sang istri di atas jembatan yang kini menjadi destinasi wisata baru yang Instagramable itu.



Diakui Kang Emil, jembatan gantung Simpay Asih ini memiliki keindahan alam yang sangat memesona. Dengan pemandangan yang indah dan memesona, kata Kang Emil, jembatan gantung bisa menjadi destinasi wisata yang menenangkan.

"Bisa lihat, 360 derajat indahnya luar biasa. Ini mahal sekali keindahan yang Allah ciptakan ke tanah di sini. Tentunya orang-orang kota yang ingin (healing), ingin wisata, menurut saya ini merupakan potensi yang besar tinggal nanti ada (kepala desa) carikan rumah-rumah yang bisa dikonversi, rumahnya menjadi tempat wisatawan. Ini pasti akan menjadi tempat favorit," ungkap Kang Emil.

Baca juga: Travel Diseruduk Bus hingga Masuk Jalur Berlawan dan Ditabrak Mobil Boks, 3 Tewas Belasan Luka

Kang Emil pun berharap, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Resmitinggal, Kecamatan Kertasari dan Desa Sukarame, Kecamatan Pacet tersebut dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Yang namanya jembatan gantung itu menyambungkan ekonomi yang tadinya jembatan bambu banyak roboh kesapu air. Dibangun lagi, kesapu air lagi. Sekarang, insya Allah dengan elevasinya lebih tinggi, sehingga potensi air sungainya lebih sedikit. Sehingga ini akan lebih permanen," katanya.

Kang Emil pun meminta pemerintah desa setempat untuk mengedukasi dan menyosialisasikan cara merawat jembatan gantung kepada masyarakat, salah satunya mengenai kapasitas orang melintas dalam satu waktu.

"Diedukasi nyebrangnya jangan terlalu banyak, pelan-pelan berdua, agar infrastrukturnya tidak membahayakan karena memang jembatan gantung ada goyangan-goyangan di tengahnya," ucapnya.

Baca juga: Inilah Tampang Anggota Geng Motor Sukabumi yang Sadis Habisi Nyawa Pemuda Pakai Celurit

Diketahui, pembangunan jembatan gantung yang memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,2 meter itu merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jabar dengan Yayasan Buddha Tzi Chi.

"Dana yang dikeluarkan Rp600 juta. Jembatan ini memiliki panjang 70 meter, lebar 1,2 meter. Makanya terbatas, tapi motor bisa lewat asal pelan kecuali motor besar," kata Kang Emil.

"Dan atas kebaikan itu, kami doakan semoga orang-orang baik di Yayasan Buddha Tzu Chi selalu hidupnya diberi keberkahan dan keselamatan dan doa dari warga," sambung Kang Emil.

Kepada warga setempat, Kang Emil pun berpesan agar bisa merawat jembatan gantung tersebut sebaik-baiknya.

"Salah satunya kelemahan kita susah merawat. Makanya, titip setelah peresmian dirawat, dicat lagi kalau pudar, kalau terlihat ada karat diperbaiki, kalau ada engsel mau longgar dikencangkan lagi," tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
May Day Anarkis di Bandung,...
May Day Anarkis di Bandung, Massa Bakar Videotron dan Pospol
Siswa SMA di Bandung...
Siswa SMA di Bandung Tewas Dikeroyok, Sahroni: Jangan Normalisasi Pelaku Anak, Hukum Berat!
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Hujan Tak Surutkan Antusiasme...
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga Sambut Prabowo di Bandung
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved