Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Jum'at, 12 Juni 2026 - 09:33 WIB
loading...
Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026 kembali digelar sebagai ajang promosi dan pengembangan industri perhiasan nasional. Foto: Ist
A
A
A
BANDUNG - Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026 kembali digelar sebagai ajang promosi dan pengembangan industri perhiasan nasional. Pameran yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026 ini menjadi satu-satunya pameran perhiasan berskala besar di Jawa Barat yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari produsen perhiasan, distributor, toko perhiasan, penyedia mesin dan teknologi industri, hingga desainer dan pengrajin.
Ketua Penyelenggara Bandung Jewellery Fair 2026 Iskandar Husin mengatakan, pameran ini tidak hanya menjadi sarana transaksi bisnis, tetapi juga momentum memperkuat industri perhiasan nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Industri perhiasan merupakan industri padat karya yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Melalui pameran ini kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengrajin perhiasan,” ujarnya di sela pembukaan pameran, Kamis (11/6/2026).
Bandung Jewellery Fair 2026 diikuti lebih dari 80 peserta yang terdiri atas perusahaan perhiasan, penyedia mesin dan perangkat industri, serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Beragam koleksi perhiasan ditampilkan, mulai dari desain modern hingga karya yang mengangkat kekayaan budaya dan etnik Indonesia.
Menurut Iskandar, kondisi harga emas global yang mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir justru dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menambah koleksi maupun berinvestasi dalam jangka panjang.
Ketua Penyelenggara Bandung Jewellery Fair 2026 Iskandar Husin mengatakan, pameran ini tidak hanya menjadi sarana transaksi bisnis, tetapi juga momentum memperkuat industri perhiasan nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Industri perhiasan merupakan industri padat karya yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Melalui pameran ini kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengrajin perhiasan,” ujarnya di sela pembukaan pameran, Kamis (11/6/2026).
Bandung Jewellery Fair 2026 diikuti lebih dari 80 peserta yang terdiri atas perusahaan perhiasan, penyedia mesin dan perangkat industri, serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Beragam koleksi perhiasan ditampilkan, mulai dari desain modern hingga karya yang mengangkat kekayaan budaya dan etnik Indonesia.
Menurut Iskandar, kondisi harga emas global yang mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir justru dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menambah koleksi maupun berinvestasi dalam jangka panjang.
Lihat Juga :