Kenalan di Facebook, Siswi SD Diperkosa 3 Pria di Hotel

Sabtu, 23 April 2022 - 15:29 WIB
loading...
Kenalan di Facebook, Siswi SD Diperkosa 3 Pria di Hotel
Ilustrasi kasus pemerkosaan. Foto: Istimewa
A A A
NATUNA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna meringkus tiga pelaku pencabulan anak di bawah umur. Ironisnya, salah satu pelaku juga masih berstatus pelajar.

Kapolres Natuna, AKBP Iwan Ariyandhy mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Februari lalu. Pelaku yang berstatus pelajar berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook, kemudian membawa korban ke salah satu penginapan di Natuna.

"Pelaku membujuk korban dan memaksa untuk melakukan hubungan suami istri," ujar AKBP Iwan Ariyandhy, Sabtu (23/04/2022).

Baca juga: Mahasiswi Unbara Korban Pemerkosaan Ternyata Tunangan Tentara Amerika

Keluarga korban yang mengetahui kejadian tersebut, langsung melaporkan pelaku ke Polres Natuna. Sementara AM (23) dan EA (19) yang mengetahui peristiwa tersebut justru melakukan perbuatan yang sama.

Kedua tersangka itu mengirimkan pesan dan berkenalan dengan korban melalui Facebook. Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut, lalu dibawa ke rumah pelaku di Jemengan, Natuna.

"Dua tersangka yang sudah dewasa, karena tahu kejadian sebelumnya, mereka hubungi korban dan mengajak ketemuan. Dibujuk dan dipaksa untuk melakukan hubungan suami istri di rumah mereka secara bersama," katanya.

Kakak korban yang tidak terima dengan kejadian itu melaporkan para tersangka. Kemudian Satreskrim Polres Natuna langsung menciduk dua orang tersangka yang bekerja sebagai wiraswasta itu.

Baca: Ayah Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Menolak Putrinya Dinikahkan Tersangka

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa telepon genggam, bedcover, buku tamu hotel, pakaian, dan celana dalam.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar," pungkasnya.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1468 seconds (11.252#12.26)