Berbasis Sinar UV, Robot VIOLETA Bisa Sterilisasi Corona
Jum'at, 24 April 2020 - 20:15 WIB
loading...
Robot VIOLETA bisa menjalankan fungsi sterilisasi dari Covid-19 dengan basis sinar ultra violet.Foto/SINDO MEDIA/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Kehadiran teknologi kembali diandalkan untuk membantu menangani wabah Corona (COVID-19). Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Universitas Airlangga (Unair) melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menghasilkan teknologi inovasi berupa robot Ultra Violet ITS – Airlangga (VIOLETA).
Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menuturkan, ide diciptakannya robot VIOLETA ini bermula saat beberapa dosen ITS berhasil melakukan riset penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Hasil riset ini bisa memiliki arti besar bagi masyarakat.
Alasan lain diciptakannya robot ini juga untuk menghindari kontak fisik dengan paparan sinar UV karena sangat berbahaya apabila mengenai manusia secara langsung. “ITS pun melakukan inovasi dengan menciptakan robot VIOLETA ini,” kata Bambang, Jumat (24/4/2020).
Ia melanjutkan, cara kerja VIOLETA ini menggunakan lampu UV yang dikendalikan melalui jarak jauh berbasis wireless control. Robot ini efektif digunakan pada jarak 1 – 2 meter terhadap objek dengan membutuhkan waktu 10 – 15 menit untuk melakukan sterilisasi secara sempurna.
Salah satu tim peneliti VIOLETA, Endarko MSi PhD mengatakan, secara umum lampu UV yang digunakan robot yang dikendalikan dengan remote control ini memiliki panjang gelombang sebesar 200 – 300 nanometer. “Secara praktik dan teori, kisaran panjang gelombang tersebut dapat membunuh mikroorganisme dengan baik,” kata ahli Fisika Medis ini.
Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menuturkan, ide diciptakannya robot VIOLETA ini bermula saat beberapa dosen ITS berhasil melakukan riset penggunaan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Hasil riset ini bisa memiliki arti besar bagi masyarakat.
Alasan lain diciptakannya robot ini juga untuk menghindari kontak fisik dengan paparan sinar UV karena sangat berbahaya apabila mengenai manusia secara langsung. “ITS pun melakukan inovasi dengan menciptakan robot VIOLETA ini,” kata Bambang, Jumat (24/4/2020).
Ia melanjutkan, cara kerja VIOLETA ini menggunakan lampu UV yang dikendalikan melalui jarak jauh berbasis wireless control. Robot ini efektif digunakan pada jarak 1 – 2 meter terhadap objek dengan membutuhkan waktu 10 – 15 menit untuk melakukan sterilisasi secara sempurna.
Salah satu tim peneliti VIOLETA, Endarko MSi PhD mengatakan, secara umum lampu UV yang digunakan robot yang dikendalikan dengan remote control ini memiliki panjang gelombang sebesar 200 – 300 nanometer. “Secara praktik dan teori, kisaran panjang gelombang tersebut dapat membunuh mikroorganisme dengan baik,” kata ahli Fisika Medis ini.
Lihat Juga :