Dodi Utamakan Hidup Warga Tetap Terjamin dan Tetap Membangun Daerah
Kamis, 18 Juni 2020 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Bupati Muba bergelar Doktor bersanding dengan kalangan akademisi dan praktisi di Indonesia di antaranya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang juga Ketua IAI-KAPd Pusat Prof Dr Dian Agustia, Guru Besar Prodi Doktor Ilmu Ekonomi Unpad Prof Yudi Azis, Guru Besar Prodi Akuntansi Unpad Prof Dr Wahyudin Zarkasi, Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani, Ketua STIE Ekuitas Prof Dr Rernat M Fani Cahyandito, dan Ketua Alumni Program Doktor Ilmu Akuntansi Unpad yang juga mantan Ketua KPK RI 2007-2011 Prof Haryono Umar.
Dodi mengaku, imbas wabah Covid-19 mendera berbagai sektor terutama sektor perekonomian. Di situasi ini pemerintah dan pihak terkait tidak boleh pasrah hanya menunggu. "Nah, anggaran yang sudah dirancang, disiapkan untuk pembangunan kita sesuaikan hingga menjadi palang pintu ekonomi. Tujuannya agar perekonomian dan sektor lainnya di masyarakat dapat terserap baik dan merata sehingga tidak berpengaruh signifikan selama wabah pandemi Covid19 menimpa wilayah Muba," ujarnya.
Ini triknya. Dodi membagi anggaran menjadi 3 pos besar yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Di bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan rumah sakit darurat Covid-19 dengan 4 kamar isolasi bertekanan negatif, dilengkapi ventilator terbaru.
Ada juga inovasi berupa klinik outdoor yang kondang disebut isolasi outdoor. Pasien yang diisolasi serasa sedang berlibur di alam terbuka. Fasilitas utama pun dibangun swcara mandiri berupa sarana test swab PCR dan test PCM secara cepat. Laboratorium antigen penunjang swab juga sudah dirancang.
Untuk pos jjaring pengaman social, Dodi memberikan bantuan mulai penggratisan biaya listrik dan air bersih selama 3 bulan dan bantuan tunai 600 ribu per kepala keluarga, selama 3 Bulan.
Untuk mahasiswa di Muba yang terkena dampak Covid19, juga sudah digelontorkan bantuan berupa keringanan kepada mahasiswa di 3 perguruan tinggi dan 1 poltek di Musi Banyuasin.
Dodi mengaku, imbas wabah Covid-19 mendera berbagai sektor terutama sektor perekonomian. Di situasi ini pemerintah dan pihak terkait tidak boleh pasrah hanya menunggu. "Nah, anggaran yang sudah dirancang, disiapkan untuk pembangunan kita sesuaikan hingga menjadi palang pintu ekonomi. Tujuannya agar perekonomian dan sektor lainnya di masyarakat dapat terserap baik dan merata sehingga tidak berpengaruh signifikan selama wabah pandemi Covid19 menimpa wilayah Muba," ujarnya.
Ini triknya. Dodi membagi anggaran menjadi 3 pos besar yaitu kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Di bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan rumah sakit darurat Covid-19 dengan 4 kamar isolasi bertekanan negatif, dilengkapi ventilator terbaru.
Ada juga inovasi berupa klinik outdoor yang kondang disebut isolasi outdoor. Pasien yang diisolasi serasa sedang berlibur di alam terbuka. Fasilitas utama pun dibangun swcara mandiri berupa sarana test swab PCR dan test PCM secara cepat. Laboratorium antigen penunjang swab juga sudah dirancang.
Untuk pos jjaring pengaman social, Dodi memberikan bantuan mulai penggratisan biaya listrik dan air bersih selama 3 bulan dan bantuan tunai 600 ribu per kepala keluarga, selama 3 Bulan.
Untuk mahasiswa di Muba yang terkena dampak Covid19, juga sudah digelontorkan bantuan berupa keringanan kepada mahasiswa di 3 perguruan tinggi dan 1 poltek di Musi Banyuasin.
Lihat Juga :