ITS Kenalkan Massive, Alat Deteksi Ikan Buat Para Nelayan

Kamis, 18 Juni 2020 - 08:57 WIB
loading...
ITS Kenalkan Massive,...
Alat bernama Massive ini bisa mendeteksi keberadaan ikan di lautan. Alat ini diharapkan bisa menambah hasil tangkapan ikan para nelayan. Foto/Ist.
A A A
SURABAYA - Peranan teknologi memberikan pengaruh besar bagi para nelayan. Selain alat deteksi ombak besar, saat ini juga ada alat yang bisa mendeteksi keberadaan ikan. Sehingga para nelayan bisa memperoleh hasil tangkapan yang maksimal.

(Baca juga: Arsenal Dicukur Manchester City, David Luiz Sumber Masalah )

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sebuah teknologi bernama Massive. Alat ini mampu melakukan pendeteksi lokasi ikan atau biasa disebut fish finder dengan kemampuan menunjukkan kondisi di perairan secara real time.

Tiga mahasiswa yang digawangi Muhammad Azimt, Dista Rizky Dwi Yanti, dan Alfi Rahmawati ini melakukan inovasi yang bisa membantu para nelayan. Di laut, para nelayan bisa tetap mengutamakan keselamatan ketika melaut dan membawa pulang tangkapan yang banyak.

Ketua Tim Penelitian Massive, Muhammad Azimt menuturkan, pembuatan Massive dilatarbelakangi oleh masalah nelayan yang tidak pernah usai dalam melakukan pencarian ikan di lautan Indonesia. “Banyak nelayan yang dapat ikan sedikit. Tangkapan ikan itu tidak menentu, susah diprediksi katanya,” ujar Azimt, Kamis (18/6/2020).

Ia melanjutkan, alat ini tidak seperti alat pendeteksi ikan lainnya yang mahal. Alatnya bisa digunakan oleh nelayan-nelayan kecil karena secara harga dapat dijangkau, sehingga konsumsi pasar ikan lokal bisa meningkat.

(Baca juga: Roket Milik Start Up Skotlandia Berhasil Mengudara )

Selama ini fish finder masih digunakan sebatas di kapal-kapal besar dan buatan asing. Namun alat ini hadir sebagai alternatif kelompok paguyuban nelayan. Meskipun alternatif, fungsinya sama-sama digunakan untuk mencari ikan di kedalaman laut.

"Bedanya, alat kami tidak bisa mencapai palung laut seperti fish finder buatan asing umumnya," katanya.

Dista Rizky Dwi Yanti, salah satu mahasiswa lainnya mengatakan, cara kerja alat buatannya ini memiliki dua bagian. Pertama alat yang diletakkan di atas kapal dan satunya diletakkan di lautan. Nantinya alat ini mendeteksi lokasi ikan berdasarkan kecepatan arus air dan angin. "Sensor yang akan bekerja, nelayan tinggal memonitor dari atas kapal," jelasnya.

Untuk pembuatan alat ini, katanya, pihaknya menggunakan metode software pemrograman. "Kami hanya menggunakan arduino ide (software untuk membuat, mengedit, mevalidasi kode program, dan mengunggah ke papan Arduino berupa teks editor, red)," ungkapnya.

(Baca juga: Curi Uang Rp13 Juta di Pasar, Ibu Rumah Tangga Dimassa )

Alat ini, lanjutnya, dilengkapi dengan beberapa komponen seperti anemometer untuk mendeteksi kecepatan angin, sonar untuk mendeteksi keberadaan ikan, dan radio frekuensi module (xbee) sebagai media transfer data dari sensor ke monitor. "Tanpa menggunakan kabel lagi, tetapi tetap butuh sinyal," ucapnya.

Dalam pembuatan alat ini, menurutnya, banyak lika-liku yang terjadi. Mulai dari susah mencari sumber daya manusia (SDM) yang ahli di bidang ini sampai proses uji coba produk sensor di perairan lepas. Selain itu juga terkendala dalam hal bahan baku. "Harga bahan baku alat relatif cukup mahal," katanya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PAD Maluku Menurun,...
PAD Maluku Menurun, Legislator Perindo Welhelm Kurnala Dorong Inovasi dan Optimalisasi Aset Daerah
Kepala BSKDN Dorong...
Kepala BSKDN Dorong Pemkab Tabalong Perkuat Inovasi dan Kebijakan Berbasis Bukti
Cegah Maling Motor,...
Cegah Maling Motor, RT 11 Gandaria Utara Pasang Gerbang Canggih
Kemendagri dan Setmilpres...
Kemendagri dan Setmilpres Verifikasi Lapangan Program Inovasi Ruang Terbuka Non Hijau Kota Manado
Cetak Inovator Birokrasi...
Cetak Inovator Birokrasi Indonesia, LAN dan Pemprov Jatim Gelar ASN LIFT Expo 2025,
MPP Kota Kupang Menuju...
MPP Kota Kupang Menuju Jembatan Pelayanan Publik Antar Daerah NTT dengan lnovasi Besti
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved