Kisah Jenderal Sudirman, Santri yang Jadi Panglima Besar

Selasa, 29 Maret 2022 - 05:02 WIB
loading...
A A A
Oleh pamannya, Sudirman juga dimasukkan ke Hollandsch Inlandsche School. Dua tahun, pada pada 3 Juli 1922 M, Sudirman pindah ke Sekolah Tamansiswa, yaitu sekolah nasionalis yang didirikan oleh Ki hadjar Dewantara.

Tamat dari Tamansiswa, Sudirman melanjutkan pendidikannya di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Wirotomo. Setelah lulus, Sudirman melanjutkan pendidikannya di Sekolah Guru milik Persyarikatan Muhammadiyah di Solo dan tidak sampai tamat.

Selanjutnta, setelah pamannya pensiun sebagai camat, Sudirman dan keluarganya hijrah ke Manggisan, Cilacap. Di sana dia ikut merintis pendirian Hizbul Wath, sebuah organisasi Kepanduan Putra yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

Di Cilacap ini, Sudirman diangkat menjadi guru oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah untuk mengajar di HIS Muhammadiyah. Sudirman dikenal sebagai sosokyang adil dan sabar dalam mendidik muridnya. Pada 1937, Sudirman diangkat menjadi Ketua Kelompok Pemuda Muhammadiyah.

Ketika Jepang mulai menduduki Indonesia pada 1942 dan membentuk pasukan Pembela Tanah Air (Peta) pada 1944, Sudirman juga ikut dalam barisan PETA. Dala PETA ini Sudirman mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Militer di Bogor. Setelah tamat, Sudirman langsung diangkat menjadi Komandan Batalyon yang bertugas di daerah Kroya, Jawa Tengah.

Pergolakan perang dunia selalu membawa dinamika baru. Ketika pada 1945, Kota Hiroshima dan Nagasaki hancur dibom sekutu dan Jepang menyerah, Bung Karno dan Bung Hatta, atas desakan kaum muda Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 Masehi.

Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sudirman untuk membawa pasukannya lari dari Pusat Pertahanan PETA di Bogor, Jawa Barat. Dikisahkan bahwa Sudirman juga sempat bertemu dengan Bung Karno di Jakarta. Sudirman menyampaikan niatnya kepada Bung Karno untuk bergabung kembali dengan pasukannya yang masih bertahan di Kroya. Permintaan Sudirman dikabulkan, sehingga pada 19 Agustus 1945 kembali ke Kroya.

Sayang, Batalyon PETA yang berkedudukan di Kroya sudah dibubarkan Jepang. Akhir Agustus 1945, Sudirman dan teman-teman alumni PETA mendirikan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Banyumas, Jawa Tengah.

Pada 5 Oktober 1945 Bung Karno mengeluarkan dekrit pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang terdiri dari, TKR Darat, TKR Laut, dan TKR Jawatan Penerbangan. TKR dibentuk untuk menjalankan beberapa tugas, yaitu untuk mempertahankan kemerdekaan.

Ketika pasukan Sekutu datang ke Indonesia dan mempersenjatai kembali tentara Belanda yang menjadi tawanan perang , Sudirman mengirim pasukan yang dipimpin Letnan Kolonel Isdiman untuk mengusir pasukan sekutu. Misi berhasil, dan pasukan penjajah mundur ke Ambarawa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Eurasia Clinic Hair...
Eurasia Clinic Hair Transplant Siap Jadi Klinik Nomor 1 di Indonesia
Masjid Jogokariyan Bagikan...
Masjid Jogokariyan Bagikan 3.800 Takjil Setiap Hari selama Ramadan 2026, Menu Opor Ayam hingga Tongseng
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Rekomendasi
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved