Kisah Jenderal Sudirman, Santri yang Jadi Panglima Besar

Selasa, 29 Maret 2022 - 05:02 WIB
loading...
A A A
Atas prestasinya itu, Sudirman diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Di usianya yang ke-29, Sudirman terpilih sebagai Panglima Besar TKR atau Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia melalui Konferensi TKR yang dilaksanakan pada 2 November 1945.

Akhir November 1945, Sudirman kembali memerintahkan Letnan Kolonel Isdiman untuk menyerang pasukan sekutu di Ambarawa. Kali ini serangan Divisi V TKR dilumpuhkan oleh serangan udara dan tank-tank sekutu, sehingga memaksa Divisi V mundur. Letnan Kolonel Isdiman sendiri gugur dalam pertempuran itu. Sudirman yang merasa geram dengan kekalahan pasukannya lalu memimpin Divisi dalam serangan lain dengan tujuan memporak-porandakan pasukan Sekutu.

Sudirman memimpin pasukannya di garis depan sambil memegang sebuah katana. Pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur dari Ambarawa. Pada 12 Desember, Sudirman dan pasukannya mengepung Ambarawa selama empat hari, yang menyebabkan pasukan Sekutu mundur ke Semarang.

Keberhasilan Sudirman dalam pertempuran Ambarwa membuatnya semakin mendapat perhatian serius dari Bung Karno. Pangkat Jenderal diberikan oleh Bung Karno pada 18 Desember 1945. Posisinya sebagai kepala Divisi V digantikan oleh Kolonel Sutiro. Sudirman diangkat menjadi Jenderal tidak melalui pendidikan sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya yang gilang-gemilang untuk Indonesia.

Pada saat Belanda melakukan Agresi Militer II di Yogyakarta, Sudirman, yang saat itu sedang sakit juga berada di Nagari dalem Sultan Hamengkubuwana IX. Kondisinya sangat lemah karena penyakit paru-paru akut yang dideritanya. Meski begitu, semangat Sudirman untuk mempertahankan kemerdekaan tak surut.

Saat Yogyakarta berhasil diduduki Belanda, Sudirman membawa pasukannya keluar dari Yogyakarta untuk melakukan “Perang Gerilya” melawan penjajah Belanda. Selama tujuh bulan, Sudirman dan pasukannya keluar-masuk hutan untuk mempertahankan kedaulatan tanah air. Meski dalam keadaan payah karena terbatasnya obat dan makanan, Sudirman berhasil menggelorakan semangat juang rakyat Indonesia dari atas tandu.

Ia tak peduli dengan penyakit yang semakin lama semakin menggerogoti tubuhnya. Meski suaranya parau, tenaganya semakin lemah, tapi jiwanya sekokoh karang. Berkat pemikiran-pemikirannya yang cerdas dan bernas, akhirnya kedaulatan Indonesia dapat dipertahankan, meski nyawanya sendiri harus menjadi tumbal.

Pada Desember 1949, Sudirman pindah ke Magelang. Di saat yang bersamaan, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Mendengar kabar gembira itu, Sudirman merasa tugasnya sudah selesai. Sudirman menghembuskan napas terakhirnya di Magelang pada 29 Januari 1950 Masehi. Sudirman dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Semaki, Yogyakarta.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Eurasia Clinic Hair...
Eurasia Clinic Hair Transplant Siap Jadi Klinik Nomor 1 di Indonesia
Masjid Jogokariyan Bagikan...
Masjid Jogokariyan Bagikan 3.800 Takjil Setiap Hari selama Ramadan 2026, Menu Opor Ayam hingga Tongseng
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Rekomendasi
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Berita Terkini
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved