Miris, Usai Dipakai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sekolah di Karawang Ambruk
Rabu, 23 Maret 2022 - 19:30 WIB
loading...
Atap dua ruang kelas SDN 1 Pasirmukti di Telagasari, Karawang, Jawa Barat ambruk usai pembelajaran tatap muka terbatas. Foto/Ist
A
A
A
KARAWANG - Kasus sekolah ambruk di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali terjadi. Kali ini sekolah SDN 1 Pasirmukti, Desa Pasirmukti Kecamatan Telagasari atapnya ambruk, Rabu (23/3/2022). Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut, karena saat kejadian siswa baru saja bubar sekolah.
Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekola (K3S), Ajidin, mengatakan dua ruang kelas di SDN 1 Pasirmukti tiba-tiba ambruk, usai siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Baca juga: Atap Sekolah Ambruk Saat Diperbaiki, 2 Pekerja Terluka
Tak lama siswa bubar sekolah kemudian terdengar suara gemuruh dari dua kelas yang ternyata bagian atapnya jebol. "Untungnya bangunan dalam keadaan kosong karena siswa sudah bubar," katanya.
Kedua ruang kelas yang roboh bagian atapnya memang sudah lama dalam keadaan lapuk. Ditambah lagi sering diterpa hujan dan cuaca buruk.
"Kondisi bangunan memang sudah lama lapuk. Kami sudah mengajukan perbaikan tapi sudah keburu ambruk," katanya.
Menurut Ajidin, kondisi bangunan yang sudah tidak layak itu kemudian sering diterpa hujan dan angin kencang. Ambruknya sekolah sudah sering di khawatirkan oleh para guru. Hanya saja pihak sekolah masih menunggu anggaran perbaikan dari Pemkab Karawang.
Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekola (K3S), Ajidin, mengatakan dua ruang kelas di SDN 1 Pasirmukti tiba-tiba ambruk, usai siswa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Baca juga: Atap Sekolah Ambruk Saat Diperbaiki, 2 Pekerja Terluka
Tak lama siswa bubar sekolah kemudian terdengar suara gemuruh dari dua kelas yang ternyata bagian atapnya jebol. "Untungnya bangunan dalam keadaan kosong karena siswa sudah bubar," katanya.
Kedua ruang kelas yang roboh bagian atapnya memang sudah lama dalam keadaan lapuk. Ditambah lagi sering diterpa hujan dan cuaca buruk.
"Kondisi bangunan memang sudah lama lapuk. Kami sudah mengajukan perbaikan tapi sudah keburu ambruk," katanya.
Menurut Ajidin, kondisi bangunan yang sudah tidak layak itu kemudian sering diterpa hujan dan angin kencang. Ambruknya sekolah sudah sering di khawatirkan oleh para guru. Hanya saja pihak sekolah masih menunggu anggaran perbaikan dari Pemkab Karawang.
Lihat Juga :