Angka Pernikahan Anak di Sulsel Ditarget Turun Jadi 8,74 Persen Tahun 2024
Rabu, 16 Maret 2022 - 06:33 WIB
loading...
Angka pernikahan anak di Sulsel ditargetkan turun menjadi 8,74 persen pada tahun 2024 mendatang. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Pernikahan anak di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih tinggi, yaitu berada di angka 11,25 persen pada tahun 2020 lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pun menargetkan angka tersebut bisa turun menjadi 8,74 persen pada tahun 2024 mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulsel, Fitriah Zainuddin mengakui bahwa angka pernikahan anak di Sulsel masih sangat tinggi jika dibandingkan nasional yang lebih rendah yakni 10,35 persen.
Baca Juga: Menghentikan Pernikahan Anak, Tanggung Jawab Siapa?
"Data menunjukkan angka perkawinan anak Sulsel masih 11,25 persen berdasarkan data Susenas 2020. Ini masih tinggi dari angka nasional meski tiga tahun terakhir ada penurunan tapi ini angkanya masih sangat tinggi," urai Fitriah pada Peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 di Makassar, Selasa (15/3/2022).
Dia mengatakan daerah dengan tingkat perkawinan anak tertinggi di Sulsel yakni Kabupaten Wajo , yakni 24,04 persen.
"Perkawinan membahagiakan tapi jika dalam masa anak maka itu bagian dari kekerasan (di bawah 19 tahun) sebab anak ini memiliki kerentanan dalam berbagai hal utamanya memiliki potensi besar dalam akses kekerasan terhadap ibu dan anak," katanya.
Dia mengatakan tidak mudah mencegah perkawinan anak. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak untuk mencegah perkawinan anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Sulsel, Fitriah Zainuddin mengakui bahwa angka pernikahan anak di Sulsel masih sangat tinggi jika dibandingkan nasional yang lebih rendah yakni 10,35 persen.
Baca Juga: Menghentikan Pernikahan Anak, Tanggung Jawab Siapa?
"Data menunjukkan angka perkawinan anak Sulsel masih 11,25 persen berdasarkan data Susenas 2020. Ini masih tinggi dari angka nasional meski tiga tahun terakhir ada penurunan tapi ini angkanya masih sangat tinggi," urai Fitriah pada Peringatan Hari Perempuan Internasional 2022 di Makassar, Selasa (15/3/2022).
Dia mengatakan daerah dengan tingkat perkawinan anak tertinggi di Sulsel yakni Kabupaten Wajo , yakni 24,04 persen.
"Perkawinan membahagiakan tapi jika dalam masa anak maka itu bagian dari kekerasan (di bawah 19 tahun) sebab anak ini memiliki kerentanan dalam berbagai hal utamanya memiliki potensi besar dalam akses kekerasan terhadap ibu dan anak," katanya.
Dia mengatakan tidak mudah mencegah perkawinan anak. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai pihak untuk mencegah perkawinan anak.
Lihat Juga :