Datangi Rumah Kades, Ibu-ibu di Pasuruan Kembalikan Beras BPNT Tak Layak Konsumsi
Senin, 07 Maret 2022 - 04:31 WIB
loading...
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diprotes warga di Kabupaten Pasuruan, karena berat yang mereka terima tidak layak konsumsi. Foto/iNews TV/Jaka Samudra
A
A
A
PASURUAN - Warga Desa Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, terpaksa mengembalikan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke Kepala Desa Kebotohan. Warga mengembalikan beras tersebut, karena dinilai tidak layak konsumsi dan harganya terlalu mahal.
Baca juga: Antisipasi Penyelewengan BPNT, Geotagging Dilakukan di Rumah Warga
Beras program BPNT ini, disalurkan pada akhir bulan Februari 2022. Setiap warga mendapatkan bantuan pangan senilai Rp600 ribu. Seharusnya, warga bebas membelanjakan kebutuhan pokoknya, namun diduga di Desa Kebotohan ada keharusan untuk membeli di kelompok yang ditentukan oleh kepala desa.
Salah satu warga penerima program BPNT, Rohma mengaku terpaksa mengembalikan beras seberat 50 kg, karena kualitasnya buruk dan harganya terlalu mahal. "Di pasaran, beras tersebut harganya Rp215 ribu per 25 kg, sementara dari desa dijual seharga Rp275 ribu per 25 kg," tuturnya.
Baca juga: Antisipasi Penyelewengan BPNT, Geotagging Dilakukan di Rumah Warga
Beras program BPNT ini, disalurkan pada akhir bulan Februari 2022. Setiap warga mendapatkan bantuan pangan senilai Rp600 ribu. Seharusnya, warga bebas membelanjakan kebutuhan pokoknya, namun diduga di Desa Kebotohan ada keharusan untuk membeli di kelompok yang ditentukan oleh kepala desa.
Salah satu warga penerima program BPNT, Rohma mengaku terpaksa mengembalikan beras seberat 50 kg, karena kualitasnya buruk dan harganya terlalu mahal. "Di pasaran, beras tersebut harganya Rp215 ribu per 25 kg, sementara dari desa dijual seharga Rp275 ribu per 25 kg," tuturnya.
Lihat Juga :