PJB Luncurkan RE-FORGE, Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia

loading...
PJB Luncurkan RE-FORGE, Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia
PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) mulai meluncurkan RE-FORGE untuk menjawab kebutuhan tata kelola pembangkit di Indonesia. (SINDOnews/Ist)
SURABAYA - Peluang bisnis ketenagalistrikanmasih terbuka lebar di tengah pandemi Covid-19. Tuntutan dalam pengelolaan pembangkit juga semakin beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit hingga biaya pokok produksi yang lebih kompetitif.

PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) menyadari peluang ketenagalistrikan yang memiliki potensi besar di masa depan. Mereka menjadi yang pertama di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut melalui Reliable And Efficient Powerplant Management (RE-FORGE).

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menuturkan, RE-FORGE merupakan sebuah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil atau di bawah 50 MW.

Kapasitas itu menjadi bagian dari standardisasi produk 2.0. RE-FORGE merupakan konsep kustomisasi yang dilakukan agar model bisnis pengelolaan unit pembangkit menjadi lebih terpusat dan tidak ada redundansi proses.(BACA JUGA: Analisis Mengapa Rezim Erdogan Terus Buru Pengikut Fethullah Gulen)



“RE-FORGE tidak hanya menjadi jawaban terhadap tantangan yang ada, namun juga menjadi salah satu cara dalam menyelaraskan program dengan Strategic Inisiative Grand Strategy PJB yang akan diangkat selama lima tahun kedepan,” kata Iwan, Senin (15/6/2020).

Ia melanjutkan, salah satunya merujuk pada rencana implementasi digitalisasi monitoring dan evaluasi untuk semua pembangkit PJB. Tidak hanya pengelolaannya yang terpusat, namun analisa juga dilakukan secara terpusat oleh para expertise di bidang pembangkit. Sehingga analisa menjadi lebih akurat dan tepat sesuai kebutuhan dan tantangan.

Implementasi RE-FORGE itu mulai dilakukan PJB dengan melaksanakan peresmian secara virtual untuk Go-Live RE-FORGE PLTU Tembilahan. Sehingga semua persiapan dan perencanaan dilakukan secara matang.



PLTU Tembilahan sendiri menjadi pilot project dari RE-FORGEdan siap menggunakan aplikasi Maximo sebuah aplikasi Enterprise Asset Management yang telah dikostumisasi sesuai dengan BMS RE-FORGE. Aplikasi Maximo sendiri sudah umum digunakan dalam pembangkit listrik, namun kostumisasinya berbeda dengan RE-FORGE.(BACA JUGA: PLN Genjot Pembangunan Saluran Transmisi 150 kV di Kalimantan Barat)

“Implementasi RE-FORGE akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya, ” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto.

Kedepan, percepatan yang sama juga akan diterapkan di PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa. Mereka menjadi unit yang selanjutnya mengimplementasikan konsep RE-FORGE.
(vit)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top