Pelaku Usaha Pempek di Palembang Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng
Sabtu, 26 Februari 2022 - 06:52 WIB
loading...
Menipisnya stok minyak goreng di sejumlah pasar tradisional, modern, maupun toko ritel di Palembang, berdampak terhadap jalannya Usaha Mikro Kecil Menengah, terutama pelaku bisnis kuliner pempek. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Menipisnya stok minyak goreng di sejumlah pasar tradisional, modern, maupun toko ritel di Palembang, berdampak terhadap jalannya Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) , terutama pelaku bisnis kuliner pempek.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek (Aspek) Palembang, Yenny Anggraini mengatakan, kelangkaan minyak goreng berpotensi memicu kerugian pelaku bisnis. Sebab produksi pempek tergantung ketersediaan minyak goreng. Baca juga: Mobil Balap Mazda Gunakan Bahan Bakar dari Minyak Goreng Bekas
"Kebanyakan pelaku kuliner yang menjual pempek mengirim paket ke luar kota, pengiriman domestik. Kalau stok minyak gak ada, bagaimana? Karena selain ikan, minyak goreng jadi bahan utama membuat pempek," ujar Yenny, Jumat (25/2/2022).
Yenny menjelaskan, sulitnya mendapatnya minyak goreng menjadi keluhan utama dari para anggota Aspek. Terutama mereka yang menggantungkan pendapatan di bidang kuliner. Rata-rata, keluhan berasal dari pelaku usaha menengah ke bawah yang menghitung modal dan untung penjualan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek (Aspek) Palembang, Yenny Anggraini mengatakan, kelangkaan minyak goreng berpotensi memicu kerugian pelaku bisnis. Sebab produksi pempek tergantung ketersediaan minyak goreng. Baca juga: Mobil Balap Mazda Gunakan Bahan Bakar dari Minyak Goreng Bekas
"Kebanyakan pelaku kuliner yang menjual pempek mengirim paket ke luar kota, pengiriman domestik. Kalau stok minyak gak ada, bagaimana? Karena selain ikan, minyak goreng jadi bahan utama membuat pempek," ujar Yenny, Jumat (25/2/2022).
Yenny menjelaskan, sulitnya mendapatnya minyak goreng menjadi keluhan utama dari para anggota Aspek. Terutama mereka yang menggantungkan pendapatan di bidang kuliner. Rata-rata, keluhan berasal dari pelaku usaha menengah ke bawah yang menghitung modal dan untung penjualan.
Lihat Juga :