Warga Dua Desa di Masanda Sepakat Gotong Royong Perbaiki Irigasi
Minggu, 14 Juni 2020 - 11:26 WIB
loading...
Rapat rencana gotong royong perbaikan irigasi yang berlangsung di kantor desa Belau Utara kecamatan Masanda, Minggu, (14/6/2020). Foto: Sindonews/Joni Lembang
A
A
A
TORAJA - Warga desa Belau dan Belau Utara di Kecamatan Masanda Kabupaten Tana Toraja , sepakat gotong royong memperbaiki irigasi yang sudah setahun tidak berfungsi.
"Pemerintah dan masyarakat desa Belau dan Belau Utara sudah bertemu, berdiskusi dan sepakat susun rencana gotong royong perbaiki irigasi yang rusak," ujar Kepala Desa Belau Utara, Frederik Kumbun, Minggu, (14/6/2020).
Dia mengatakan, irigasi yang melintasi Desa Belau dan Belau Utara memanfaatkan sumber air dari hulu sungai Masanda. Namun, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, irigasi tersebut tidak berfungsi karena rusak akibat bencana longsor.
Baca Juga: DPRD Tana Toraja Pertanyakan Penggunaan Anggaran COVID-19
Pasca rusaknya irigasi itu, petani di desa Belau dan Belau Utara tidak bisa berharap untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Pasalnya, sebagian besar sawah di dua desa itu mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertaniannya.
Warga desa pun meyakini kegiatan perbaikan irigasi itu sangat diperlukan, demi kelancaran pengairan di sawah agar hasil panen padi yang didapat maksimal. Gotong royong perbaikan irigasi dilakukan tiga kali. Dimulai Senin, (15/6/2020), kemudian Jumat(19/6/2020) dan terakhir, Jumat depannya (26/6/2020) dan ditargetkan air sudah mengaliri sawah warga
Selain itu, warga desa Belau dan Belau Utara serta diluar dua desa yang sawahnya memanfaatkan saluran irigasi tersebut setuju untuk mengumpulkan iuran yang digunakan untuk pemeliharaan irigasi.
"Pemerintah dan masyarakat desa Belau dan Belau Utara sudah bertemu, berdiskusi dan sepakat susun rencana gotong royong perbaiki irigasi yang rusak," ujar Kepala Desa Belau Utara, Frederik Kumbun, Minggu, (14/6/2020).
Dia mengatakan, irigasi yang melintasi Desa Belau dan Belau Utara memanfaatkan sumber air dari hulu sungai Masanda. Namun, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, irigasi tersebut tidak berfungsi karena rusak akibat bencana longsor.
Baca Juga: DPRD Tana Toraja Pertanyakan Penggunaan Anggaran COVID-19
Pasca rusaknya irigasi itu, petani di desa Belau dan Belau Utara tidak bisa berharap untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Pasalnya, sebagian besar sawah di dua desa itu mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan pertaniannya.
Warga desa pun meyakini kegiatan perbaikan irigasi itu sangat diperlukan, demi kelancaran pengairan di sawah agar hasil panen padi yang didapat maksimal. Gotong royong perbaikan irigasi dilakukan tiga kali. Dimulai Senin, (15/6/2020), kemudian Jumat(19/6/2020) dan terakhir, Jumat depannya (26/6/2020) dan ditargetkan air sudah mengaliri sawah warga
Selain itu, warga desa Belau dan Belau Utara serta diluar dua desa yang sawahnya memanfaatkan saluran irigasi tersebut setuju untuk mengumpulkan iuran yang digunakan untuk pemeliharaan irigasi.
Lihat Juga :