Semburkan Asap Solfatara, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Gunung Tangkuban Parahu
Sabtu, 12 Februari 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kejam! Kepala Sekolah Diduga Tampar dan Injak Perut Siswa SMP hingga Dirawat di Rumah Sakit
Menurut Johanes, berdasarkan informasi sementara, catatan aktivitas kegempaan pada alat seismik masih dalam keadaan normal. "Untuk wisata sementara mulai dievakuasi turun menjauh dari kawah," katanya.
Tim dari Destana Ciater, kata Johanes, masih menunggu hasil deteksi dari tim Pos Pantau PVMBG Tangkuban Parahu. "Tim Destana Ciater sudah disiagakan sesuai tupoksinya di pos masing-masing sebagai antisipasi dan edukasi ke warga," katanya.
Berdasarkan catatan PVMBG, Gunung Tangkuban Parahu terakhir kali erupsi pada 2 Agustus 2019 pukul 00:43 WIB. Erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi yang terjadi pukul 00:43 WIB itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 3 menit 6 detik.
Baca juga: Pecatan Polisi Digerebek Istrinya saat Asyik Setubuhi Mahasiswi Selingkuhannya
Menurut Johanes, berdasarkan informasi sementara, catatan aktivitas kegempaan pada alat seismik masih dalam keadaan normal. "Untuk wisata sementara mulai dievakuasi turun menjauh dari kawah," katanya.
Tim dari Destana Ciater, kata Johanes, masih menunggu hasil deteksi dari tim Pos Pantau PVMBG Tangkuban Parahu. "Tim Destana Ciater sudah disiagakan sesuai tupoksinya di pos masing-masing sebagai antisipasi dan edukasi ke warga," katanya.
Berdasarkan catatan PVMBG, Gunung Tangkuban Parahu terakhir kali erupsi pada 2 Agustus 2019 pukul 00:43 WIB. Erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi yang terjadi pukul 00:43 WIB itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 3 menit 6 detik.
Baca juga: Pecatan Polisi Digerebek Istrinya saat Asyik Setubuhi Mahasiswi Selingkuhannya
Lihat Juga :