Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:21 WIB
loading...
Masyarakat desa di Surabaya, Jawa Timur mengikuti Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana). Foto/istimewa
A
A
A
SURABAYA - Perkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, masyarakat desa di Surabaya, Jawa Timur mengikuti Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana). Kegiatan ini Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengurangan risiko bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons tanggap darurat yang difasilitasi langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Program tersebut digelar PT United Tractors Tbk (UT), anak usaha PT Astra International Tbk (Astra) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di UT School Surabaya, Jawa Timur pada 22–26 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dalam mendukung kontribusi sosial Grup Astra melalui penguatan kapasitas masyarakat desa agar lebih siap, tanggap, dan mandiri menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat. Kami percaya masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya," ujarnya, Kamis (8/7/2026).
Baca juga: Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Program tersebut digelar PT United Tractors Tbk (UT), anak usaha PT Astra International Tbk (Astra) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di UT School Surabaya, Jawa Timur pada 22–26 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dalam mendukung kontribusi sosial Grup Astra melalui penguatan kapasitas masyarakat desa agar lebih siap, tanggap, dan mandiri menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat. Kami percaya masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya," ujarnya, Kamis (8/7/2026).
Baca juga: Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Lihat Juga :