Terkendala Izin Orang Tua, Realisasi Vaksinasi Anak di Maros Baru 20 Persen
Jum'at, 11 Februari 2022 - 16:22 WIB
loading...
Pemkab Maros melalui Dinkes terus memasifkan pelaksanaan vaksinasi anak, meski dihadapkan kendala masih banyak orang tua yang tidak memberikan izin. Foto: SINDOnews/Najmi S Limonu
A
A
A
MAROS - Realisasi vaksinasi Covid-19 untuk kalangan anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Maros masih minim. Tercatat baru berkisar 20 persen lebih. Belum maksimalnya cakupaan vaksinasi, salah satu kendalanya karena masih terhalang izin orang tua sang anak.
Kepala Dinas Kesehatan Maros , Muhammad Yunus, menjabarkan sasaran vaksinasi anak untuk usia sekolah berkisar 40.084 orang. Namun, sejauh ini yang telah divaksin baru berkisar 8.185 orang.
"Kalau dihitung-hitung yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis pertama baru sekitar 20,24 persen atau sekitar 8.185 orang," ucap dia, Jumat (11/2/2022).
Baca Juga: Zero Kasus Empat Bulan, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Maros
Yunus mengakui ada beberapa kendala terkait vaksinasi anak. Salah satunya adalah masih banyak orang tua yang tidak memberikan izin pemberian vaksin kepada anaknya . Kebanyakan mereka enggan memberi izin karena termakan hoaks alias berita bohong yang tersebar.
"Kalau anak sekolah, harus memiliki surat izin dari orang tua. Banyak orang tua yang tidak menandatangani surat persetujuan vaksin kepada anaknya . Makanya kita terkendala di situ. Mereka termakan berita hoaks mengenai vaksin anak. Hal ini menimbulkan ketakutan terkait vaksinasi anak," terangnya.
Yunus pun mengimbau kepada para orang tua untuk tidak khawatir mengenai vaksinasi anaknya . Terlebih, vaksin ini aman dan jenis yang digunakan adalah Sinovac, dimana efek sampingnya terbilang ringan.
Kepala Dinas Kesehatan Maros , Muhammad Yunus, menjabarkan sasaran vaksinasi anak untuk usia sekolah berkisar 40.084 orang. Namun, sejauh ini yang telah divaksin baru berkisar 8.185 orang.
"Kalau dihitung-hitung yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis pertama baru sekitar 20,24 persen atau sekitar 8.185 orang," ucap dia, Jumat (11/2/2022).
Baca Juga: Zero Kasus Empat Bulan, Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Maros
Yunus mengakui ada beberapa kendala terkait vaksinasi anak. Salah satunya adalah masih banyak orang tua yang tidak memberikan izin pemberian vaksin kepada anaknya . Kebanyakan mereka enggan memberi izin karena termakan hoaks alias berita bohong yang tersebar.
"Kalau anak sekolah, harus memiliki surat izin dari orang tua. Banyak orang tua yang tidak menandatangani surat persetujuan vaksin kepada anaknya . Makanya kita terkendala di situ. Mereka termakan berita hoaks mengenai vaksin anak. Hal ini menimbulkan ketakutan terkait vaksinasi anak," terangnya.
Yunus pun mengimbau kepada para orang tua untuk tidak khawatir mengenai vaksinasi anaknya . Terlebih, vaksin ini aman dan jenis yang digunakan adalah Sinovac, dimana efek sampingnya terbilang ringan.
Lihat Juga :