Lawan Varian Omicron, Vaksinasi Booster Dimulai di Maros
Rabu, 02 Februari 2022 - 17:17 WIB
loading...
Bupati Maros, Chaidir Syam saat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di Puskesmas Marusu, Rabu (2/2/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai melaksanakan program vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat di Puskesmas Marusu, Rabu (2/2/2022).
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, vaksinasi booster sudah bisa dijalankan di Kabupaten Maros. Setelah capaian vaksinasi dosis pertama sudah melebihi 70 persen sebagaimana yang dipersyaratkan pusat.
"Hari ini Kabupaten Maros telah mencanangkan program vaksinasi booster. Pertama, karena vaksinasi dosis satu di Maros sudah mencapai 72 persen. Lansia sudah di atas 60 persen," papar dia sat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster.
Baca Juga:Bupati Maros Siapkan 2 Orang Setiap Kecamatan Kerja ke Luar Negeri
Dia menekankan, ada syarat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster. Salah satunya, jarak waktu vaksin dosis dua dengan booster sudah enam bulan.
"Yang sudah vaksin dosis kedua setelah enam bulan sudah bisa ikut vaksin booster. Masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas juga sudah bisa ikut," terang Chaidir.
Dia menyebutkan, kondisi geografis masih jadi kendala menggenjot vaksinasi. Mengingat masih ada beberapa yang sulit dijangkau. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk divaksin dinilai menurun.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, vaksinasi booster sudah bisa dijalankan di Kabupaten Maros. Setelah capaian vaksinasi dosis pertama sudah melebihi 70 persen sebagaimana yang dipersyaratkan pusat.
"Hari ini Kabupaten Maros telah mencanangkan program vaksinasi booster. Pertama, karena vaksinasi dosis satu di Maros sudah mencapai 72 persen. Lansia sudah di atas 60 persen," papar dia sat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster.
Baca Juga:Bupati Maros Siapkan 2 Orang Setiap Kecamatan Kerja ke Luar Negeri
Dia menekankan, ada syarat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster. Salah satunya, jarak waktu vaksin dosis dua dengan booster sudah enam bulan.
"Yang sudah vaksin dosis kedua setelah enam bulan sudah bisa ikut vaksin booster. Masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas juga sudah bisa ikut," terang Chaidir.
Dia menyebutkan, kondisi geografis masih jadi kendala menggenjot vaksinasi. Mengingat masih ada beberapa yang sulit dijangkau. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk divaksin dinilai menurun.
Lihat Juga :