Populasi Sapi di Gowa Meningkat, Terbesar di Kecamatan Tombolo Pao
Senin, 07 Februari 2022 - 16:59 WIB
loading...
Jumlah populasi sapi di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan, dimana sebarannya terbesar atau terbanyak di wilayah dataran tinggi. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa mencatat jumlah populasi hewan ternak sapi di wilayahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini peningkatan itu mencapai 2% dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Gowa , Suhriati, mengungkapkan tahun 2020-2021 populasi sapi ternak di Gowa sebesar 115.000 ekor. Sementara tahun 2019-2020 cuma 112.000 ekor.
Baca Juga: Program Sapi Perah di Gowa Ditargetkan Berjalan Agustus 2021
Ia menjabarkan populasi ternak sapi di Gowa terbesar di wilayah dataran tertinggi. Kecamatan dengan jumlah populasi sapi terbesar adalah Tombolo Pao, menyusul Bungaya, Parangloe, Manuju dan Tinggimoncong.
"Populasi sapi ternak terbanyak berada pada wilayah dataran tinggi, yakni di Kecamatan Tombolopao dengan 14.000 lebih ekor sapi ternak," ungkapnya.
Berikutnya, di Kecamatan Bunganya ada 12.000 ekor sapi, Kecamatan Parangloe 12.000 ekor sapi, Manuju 11.000 sapi dan di Kecamatan Tinggimoncong 10.00 ekor sapi.
Suhriati menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan populasi sapi . Mulai dari adanya bantuan program super prioritas peternakan atau program 1.000 Desa Sapi dari Kementerian Pertanian, hingga program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik untuk perkembangan biakan sapi ternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Gowa , Suhriati, mengungkapkan tahun 2020-2021 populasi sapi ternak di Gowa sebesar 115.000 ekor. Sementara tahun 2019-2020 cuma 112.000 ekor.
Baca Juga: Program Sapi Perah di Gowa Ditargetkan Berjalan Agustus 2021
Ia menjabarkan populasi ternak sapi di Gowa terbesar di wilayah dataran tertinggi. Kecamatan dengan jumlah populasi sapi terbesar adalah Tombolo Pao, menyusul Bungaya, Parangloe, Manuju dan Tinggimoncong.
"Populasi sapi ternak terbanyak berada pada wilayah dataran tinggi, yakni di Kecamatan Tombolopao dengan 14.000 lebih ekor sapi ternak," ungkapnya.
Berikutnya, di Kecamatan Bunganya ada 12.000 ekor sapi, Kecamatan Parangloe 12.000 ekor sapi, Manuju 11.000 sapi dan di Kecamatan Tinggimoncong 10.00 ekor sapi.
Suhriati menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan populasi sapi . Mulai dari adanya bantuan program super prioritas peternakan atau program 1.000 Desa Sapi dari Kementerian Pertanian, hingga program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik untuk perkembangan biakan sapi ternak.
Lihat Juga :