Bio Farma Serahkan Laboratorium COVID-19 Mobile Berstandar BSL-3
Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:47 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil hadir di PT Bio Farma saat penyerahan laboratorium COVID-19 mobile berstandar BSL-3. Foto/Humas Bio Farma
A
A
A
BANDUNG - PT Bio Farma menyerahkan satu unit laboratorium yang memiliki kemampuan deteksi virus corona kepada Universitas Padjadjaran (Unpad).
Fasilitas Mobile Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan kemampuan mobile atau berpindah dan dapat dipinjam pakai beserta instrumen penunjang pemeriksaan COVID-19. (BACA JUGA: Update COVID-19 Kota Bandung, Warga Positif Terus Bertambah Jadi 358 Orang )
Nanti akan digunakan dan dimanfaatkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadaran untuk melakukan proses ekstraksi RNA dari spesimen swab pasien COVID-19. Juga memiliki kemampuan pemeriksaan melalui RT-PCR. (BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jabar Fokus Bangun Desa Digital 2021 )
Mobile Lab BSL-3 dibuat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100%. Ini lab BSL-3 bergerak pertama di Indonesia, yang memiliki keunggulan yang sifatnya bisa berpindah-pindah. Bahkan bisa diangkut untuk perjalanan laut dan udara dengan kapal Ferry atau helikopter.
Fungsi dari Mobile Laboratorium BSL 3, untuk meningkatkan kapasitas uji identifikasi Virus SARS Cov-2 penyebab penyakit Covid-19. Laboratorium ini bisa dikombinasikan dengan uji rapid untuk melakukan tracing kontak terhadap kasus terkonfirmasi positif Covid-19. (BACA JUGA: Update Corona: Pasien Sembuh di Jabar Tembus 1.016 Orang )
Pemeriksaan rapid/PCR yang luas, tracing kontak dan dikombinasikan dengan uji PCR Covid-19 di mobile BSL-3. Sehingga dapat digunakan untuk pemetaan wilayah yang akan membantu penanganan Covid-19 lebih efektif dan terukur.
Ketua Tim Perencanaan & Produksi Mobile Laboratorium BSL 3 Ahmad Tomy Zulfikar mengatakan, ukuran laboratorium Mobile BSL 3, dapat disesuaikan untuk menjadi (BSL 2) dengan ukuran bisa 20 feet atau BSL 3 dengan ukuran 40 feet. Dengan demikian, Laboratorium Mobile BSL3 ini, dapat dioperasikan sebagai Lab BSL3 ataupun BSL2 sesuai mikroba berbahaya yang ditangani.
Fasilitas Mobile Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) ini menjadi yang pertama di Indonesia dengan kemampuan mobile atau berpindah dan dapat dipinjam pakai beserta instrumen penunjang pemeriksaan COVID-19. (BACA JUGA: Update COVID-19 Kota Bandung, Warga Positif Terus Bertambah Jadi 358 Orang )
Nanti akan digunakan dan dimanfaatkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadaran untuk melakukan proses ekstraksi RNA dari spesimen swab pasien COVID-19. Juga memiliki kemampuan pemeriksaan melalui RT-PCR. (BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jabar Fokus Bangun Desa Digital 2021 )
Mobile Lab BSL-3 dibuat dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100%. Ini lab BSL-3 bergerak pertama di Indonesia, yang memiliki keunggulan yang sifatnya bisa berpindah-pindah. Bahkan bisa diangkut untuk perjalanan laut dan udara dengan kapal Ferry atau helikopter.
Fungsi dari Mobile Laboratorium BSL 3, untuk meningkatkan kapasitas uji identifikasi Virus SARS Cov-2 penyebab penyakit Covid-19. Laboratorium ini bisa dikombinasikan dengan uji rapid untuk melakukan tracing kontak terhadap kasus terkonfirmasi positif Covid-19. (BACA JUGA: Update Corona: Pasien Sembuh di Jabar Tembus 1.016 Orang )
Pemeriksaan rapid/PCR yang luas, tracing kontak dan dikombinasikan dengan uji PCR Covid-19 di mobile BSL-3. Sehingga dapat digunakan untuk pemetaan wilayah yang akan membantu penanganan Covid-19 lebih efektif dan terukur.
Ketua Tim Perencanaan & Produksi Mobile Laboratorium BSL 3 Ahmad Tomy Zulfikar mengatakan, ukuran laboratorium Mobile BSL 3, dapat disesuaikan untuk menjadi (BSL 2) dengan ukuran bisa 20 feet atau BSL 3 dengan ukuran 40 feet. Dengan demikian, Laboratorium Mobile BSL3 ini, dapat dioperasikan sebagai Lab BSL3 ataupun BSL2 sesuai mikroba berbahaya yang ditangani.
Lihat Juga :