PT Vale Menjaga Iklim, Mewujudkan Ekonomi Hijau

Senin, 06 Desember 2021 - 23:58 WIB
loading...
PT Vale Menjaga Iklim,...
Aktivitas pekerja di kawasan perawatan bibit tanaman/nursery PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Sabtu (16/10/2021). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A A A
MAKASSAR - Perubahan iklim menjadi isu global yang kini jadi perhatian dunia. Gerakan serta perjanjian dibuat dan diteken oleh organisasi serta pemerintah berbagai negara demi mencegah perubahan iklim. Perusahaan di bidang pertambangan, PT Vale Indonesia pun ikut terlibat dalam upaya ini.

Konvensi PBB mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia, menciptakan konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer, sehingga menciptakan efek gas rumah kaca.

Baca juga:Vale Indonesia Jaga Ekosistem dan Merawat Peradaban

Efek gas rumah kaca ini disebabkan berbagai kegiatan manusia seperti emisi bahan bakar fosil, perubahan fungsi lahan, limbah dan kegiatan-kegiatan industri.

Gas rumah kaca pada dasarnya dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Namun, dalam konsentrasi yang semakin meningkat, bisa membuat lapisan atmosfer menebal. Penebalan menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer semakin banyak, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi, yang disebut pemanasan global.

Naiknya suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur, tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia. Beberapa contoh dampak negatif perubahan iklim adalah gagal panen, cuaca ekstrem seperti meningkatnya curah hujan, dan meningkatnya wabah penyakit.

Indonesia sendiri sudah terlibat dalam gerakan mitigasi perubahan iklim lewat penandatanganan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada hari Jumat, 22 April 2016. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim.

Kemudian pada 31 Oktober hingga 12 November 2021 Conference of the Parties (COP26) digelar di Glasgow, Skotlandia. Perhelatan ini merupakan terusan dari Paris Agreement atau Perjanjian Paris, yang mengumpulkan ratusan pemimpin dunia dengan komitmen untuk menetapkan target pengurangan emisi atau dekarbonisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Pemprov Jambi dan APHI...
Pemprov Jambi dan APHI Kolaborasi Pencegahan Karhutla-Pengembangan Multiusaha Kehutanan
Antisipasi Perubahan...
Antisipasi Perubahan Iklim, Kogabwilhan III Tanam 1.000 Pohon Mangrove
Banjir Rob Berpotensi...
Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 10 Januari 2026, Ini Wilayah Terdampak
Wujudkan Kesejahteraan...
Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kemenhut Komitmen Perkuat Perhutanan Sosial
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Rekomendasi
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved