Bahaya, Kafe di Medan Sajikan Bakwan Isi Staples ke Pengunjung

Rabu, 26 Januari 2022 - 23:24 WIB
loading...
Bahaya, Kafe di Medan Sajikan Bakwan Isi Staples ke Pengunjung
Bakwan Isi staples. Foto: Wahyudi/MPI
A A A
MEDAN - Pengunjung Kafe Anggrek, di Jalan Pelajar Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, dihebohkan dengan temuan anak hekter (staples) dalam gorengan bakwan.

Keberadaan staples itu pertama kali diketahui oleh Saut Sihombing (36), warga Perumnas Helvetia, Medan. Saat itu, Saut bersama sejumlah rekannya tengah mengikuti acara yang digelar di kafe tersebut.

Mereka kemudian memesan sejumlah makanan dan minuman, termasuk gorengan bakwan. "Waktu bakwan itu digigit, ada bunyi, aku lihat ternyata ada anak hekter," kata Saut, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Dokter di Medan Diduga Suntikkan Vaksin Kosong, IDI: Kita Bina

Saut tak sendiri menikmati gorengan bakwan tersebut. Sejumlah rekannya yang lain juga memakannya. Namun hanya Saut yang secara sadar menemukan staples tersebut.

"Anak hekternya bukan satu. Tapi cukup banyak. Bagaimana kalau sampai tertelan," keluhnya.



Begitu menyadari keberadaan bakwan berisi staples itu, Saut langsung menyatakan keberatan kepada pelayan kafe.

"Kita keluhkan, malah kita yang seperti dituduh macam-macam sama kokinya. Dia malah menganggap kejadian seperti ini biasa dan tak perlu ditanggapi serius. Akhirnya kita komplain ke pengelola kafenya," pungkasnya.

Baca: Suntikkan Vaksin Kosong kepada Siswa SD di Medan, 2 Nakes Diperiksa Polisi

Alfi Pane, pemilik Kafe Anggrek menyatakan permintaan maafnya atas insiden tersebut. Ia pun siap bertanggungjawab jika terjadi apa-apa dikemudian hari kepada Saut dan rekan-rekannya, akibat insiden tersebut.

"Saya minta maaf dan akan menggambil tindakan tegas kepadanya (koki). Saya juga siap bertanggungjawab melakukan pemeriksaan terhadap bang Saut dan rekan-rekan yang lain. Sekali lagi saya minta maaf," kata Alfi.
(hsk)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3848 seconds (11.252#12.26)