Gubernur Khofifah Ajak Asosiasi Pengusaha Perkuat Sektor Pertanian di Jawa Timur
Senin, 24 Januari 2022 - 09:16 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak asosiasi pengusaha perkuat sektor pertanian di Jawa Timur.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan dan peternakan.
Menurut Khofifah, Jatim memiliki potensi yang besar di ketiga sektor tersebut. Beberapa potensi yang bisa diinvestasi para pengusaha seperti komoditas kopi dan kakao, peternakan sapi, hingga proses pengolahan padi menjadi beras premium. "Dengan begitu, ekonomi Jatim dapat lebih cepat bangkit dan terus tumbuh secara inklusif," Khofifah saat pelantikan pengurus Apindo Jatim periode 2022-2027, Minggu (23/1/2022).
Baca juga: Antisipasi Omicron dari Luar Negeri, Pemprov Jatim Siapkan Tiga Lokasi Karantina
Khofifah menambahkan, di sekor pertanian, beras-beras yang dihasilkan dari padi di Jatim banyak yang kualitas medium. Makan dia berharap para pengusaha bisa berinvestasi di sektor ini, khususnya pengadaan dryer dan rice milling unit (RMU). Sehingga bisa menghasilkan beras kualitas premium.
Saya juga berharap ada penyiapan Alsintannya (Alat dan Mesin Pertanian), Harvester bisa membantu loss nya padi saat dipanen. Jika dipanen manual, lossnya bisa sampai 10 persen. Dengan harvester bisa dibawah satu persen," ujar Khofifah,
Untuk kopi dan kakao, lanjut Khofifah, merupakan komoditas perkebunan yang paling dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jatim. Sebab, permintaan kopi dan kakao baik di pasar domestik maupun internasional selalu meningkat. Salah satunya Kopi Jember dan Bondowoso yang sudah masuk pasar internasional. "Kami ingin mengajak para pengusaha Jatim bisa bergabung dalam pengembangan kakao dan kopi di Jatim," terangnya.
Menurut Khofifah, Jatim memiliki potensi yang besar di ketiga sektor tersebut. Beberapa potensi yang bisa diinvestasi para pengusaha seperti komoditas kopi dan kakao, peternakan sapi, hingga proses pengolahan padi menjadi beras premium. "Dengan begitu, ekonomi Jatim dapat lebih cepat bangkit dan terus tumbuh secara inklusif," Khofifah saat pelantikan pengurus Apindo Jatim periode 2022-2027, Minggu (23/1/2022).
Baca juga: Antisipasi Omicron dari Luar Negeri, Pemprov Jatim Siapkan Tiga Lokasi Karantina
Khofifah menambahkan, di sekor pertanian, beras-beras yang dihasilkan dari padi di Jatim banyak yang kualitas medium. Makan dia berharap para pengusaha bisa berinvestasi di sektor ini, khususnya pengadaan dryer dan rice milling unit (RMU). Sehingga bisa menghasilkan beras kualitas premium.
Saya juga berharap ada penyiapan Alsintannya (Alat dan Mesin Pertanian), Harvester bisa membantu loss nya padi saat dipanen. Jika dipanen manual, lossnya bisa sampai 10 persen. Dengan harvester bisa dibawah satu persen," ujar Khofifah,
Untuk kopi dan kakao, lanjut Khofifah, merupakan komoditas perkebunan yang paling dibutuhkan untuk mendukung ekspor Jatim. Sebab, permintaan kopi dan kakao baik di pasar domestik maupun internasional selalu meningkat. Salah satunya Kopi Jember dan Bondowoso yang sudah masuk pasar internasional. "Kami ingin mengajak para pengusaha Jatim bisa bergabung dalam pengembangan kakao dan kopi di Jatim," terangnya.
Lihat Juga :