Birahi Tinggi, Pimpinan Pesantren di Aceh Tenggara Berulangkali Cabuli Santrinya
Sabtu, 22 Januari 2022 - 16:00 WIB
loading...
Polisi memeriksa Akram, pimpinan pondok pesantren Raudhatus Shalihin di Aceh Tenggara, Aceh karena diduga berulangkali mencabuli santrinya. Foto/iNews TV/Medi Arjuna
A
A
A
ACEH TENGGARA - Polisi menangkap Akram, pimpinan pondok pesantren Raudhatus Shalihin di Desa Rema, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Aceh karena berulangkali mencabuli santrinya.
Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban berinisial MP (16) melapor ke orang tuanya.
Baca juga: Haus Seks, Pengasuh Pesantren di Balikpapan Cabuli 13 Santriwati sejak 2020
Keluarga korban yang kaget, marah dan tak terima anaknya dicabuli kemudian melaporkan perbuatan tindak asusila pelaku ke Polres Aceh Tenggara pada Sabtu (22/1/2022) pukul 01.00 WIB.
Kecurigaan keluarga korban bermula pada saat korban pulang ke rumah. Sesampai di rumah, korban murung dan memilih mengurung sendiri di dalam kamar.
Setelah ditanyai oleh pihak keluarga lalu korban mengaku bahwa dirinya sudah dinodai oleh ustaz Akram, pimpinan pesantren tempatnya belajar.
Beberapa jam usai mendapat laporan, tim Buser yang dipimpin Kanit Reskrim Polres Aceh Tenggara mengamankan tersangka Akram dari rumahnya di pondok pesantren tersebut untuk dibawa ke Mapolres.
Baca juga: Haus Seks, Guru Pesantren di Bandung Cabuli 3 Santri dengan Modus Ajarkan Tenaga Dalam
Saat ini tersangka diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas tindakan asusila yang dilakukannya terhadap seorang santri hingga berulang kali.
Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban berinisial MP (16) melapor ke orang tuanya.
Baca juga: Haus Seks, Pengasuh Pesantren di Balikpapan Cabuli 13 Santriwati sejak 2020
Keluarga korban yang kaget, marah dan tak terima anaknya dicabuli kemudian melaporkan perbuatan tindak asusila pelaku ke Polres Aceh Tenggara pada Sabtu (22/1/2022) pukul 01.00 WIB.
Kecurigaan keluarga korban bermula pada saat korban pulang ke rumah. Sesampai di rumah, korban murung dan memilih mengurung sendiri di dalam kamar.
Setelah ditanyai oleh pihak keluarga lalu korban mengaku bahwa dirinya sudah dinodai oleh ustaz Akram, pimpinan pesantren tempatnya belajar.
Beberapa jam usai mendapat laporan, tim Buser yang dipimpin Kanit Reskrim Polres Aceh Tenggara mengamankan tersangka Akram dari rumahnya di pondok pesantren tersebut untuk dibawa ke Mapolres.
Baca juga: Haus Seks, Guru Pesantren di Bandung Cabuli 3 Santri dengan Modus Ajarkan Tenaga Dalam
Saat ini tersangka diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas tindakan asusila yang dilakukannya terhadap seorang santri hingga berulang kali.
Lihat Juga :