Bikin Gaduh, Ridwan Kamil Desak Arteria Dahlan Minta Maaf ke Masyarakat Sunda
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:45 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Foto/Dok.
A
A
A
BANDUNG - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan didesak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk segera memohon maaf kepada masyarakat Sunda. Desakan tersebut disampaikan Ridwan Kamil menyikapi kegaduhan yang dibuat Arteria Dahlan.
Baca juga: Budayawan: Arteria Dahlan Tak Logis Minta Kajati Jabar Dicopot Gara-gara Ngomong Sunda
Sebelumnya, Arteria Dahlan dengan meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja, Senin (17/1/2022). "Jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini. Kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi. Sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan," tutur Kang Emil, Selasa (18/1/2022).
Menurut Kang Emil, ada dua pandangan masyarakat dalam melihat perbedaan. Pertama, ada yang memandang perbedaan itu sebagai kekayaan dan rahmat. Dia pun berharap, mayoritas masyarakat melihat perbedaan dengan cara ini.
Baca juga: Hendak Setubuhi Selingkuhan di Gudang, Pria OKU Ini Dipergoki Anaknya Sendiri
Kedua, lanjut Kang Emil, ada pula masyarakat yang memandang perbedaan sebagai sumber kebencian dan hal itu harus dilawan. "Jadi saya menyesalkan statement dari Pak Arteria Dahlan terkait masalah bahasa ya, yang ada ratusan tahun atau ribuan tahun menjadi kekayaan Nusantara ini," sesalnya.
Baca juga: Budayawan: Arteria Dahlan Tak Logis Minta Kajati Jabar Dicopot Gara-gara Ngomong Sunda
Sebelumnya, Arteria Dahlan dengan meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja, Senin (17/1/2022). "Jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini. Kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi. Sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan," tutur Kang Emil, Selasa (18/1/2022).
Menurut Kang Emil, ada dua pandangan masyarakat dalam melihat perbedaan. Pertama, ada yang memandang perbedaan itu sebagai kekayaan dan rahmat. Dia pun berharap, mayoritas masyarakat melihat perbedaan dengan cara ini.
Baca juga: Hendak Setubuhi Selingkuhan di Gudang, Pria OKU Ini Dipergoki Anaknya Sendiri
Kedua, lanjut Kang Emil, ada pula masyarakat yang memandang perbedaan sebagai sumber kebencian dan hal itu harus dilawan. "Jadi saya menyesalkan statement dari Pak Arteria Dahlan terkait masalah bahasa ya, yang ada ratusan tahun atau ribuan tahun menjadi kekayaan Nusantara ini," sesalnya.
Lihat Juga :