Ramai Kabar Mahasiswa UINSA jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Tak Ingin Gegabah
Selasa, 18 Januari 2022 - 17:46 WIB
loading...
Ramai kabar kekerasan seksual terhadap mahasiswa UINSA Surabaya, pihak kampus melakukan penelusuran. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait kabar mahasiswanya menjadi korban kekerasan seksual. Kabar tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, setelah ada akun Instagram dengan nama @uinsa.garis.lurus, mengunggah kronologinya.
Baca juga: Kisah Pilu Ibu Muda, Dibawa ke Hotel Diperkosa Oknum Polisi di Boyolali
Sementara itu, Rektor UINSA Surabaya, Masdar Hilmy menanggapi munculnya dugaan kekerasan seksual di kampusnya seperti yang diunggah akun Instagram @uinsa.garis.lurus. Dia menyatakan, hingga saat ini belum menerima laporan pelecehan seksual yang terjadi ataupun dilakukan mahasiswa atau dosen UINSA.
"Kami tidak bisa menindak karena kami belum menerima laporan (pelecehan seksual) hingga saat ini," katanya, Selasa (18/1/2022). Pihaknya sendiri tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan karena belum menemukan kasus pelecehan seksual seperti yang beredar di sosial media.
Baca juga: Hendak Setubuhi Selingkuhan di Gudang, Pria OKU Ini Dipergoki Anaknya Sendiri
Dia menegaskan jika memang ada laporan masuk maka akan ditindaklanjuti dan akan diberikan sanksi yang sesuai. "Kami ingin hati-hati pada kasus yang beredar. Saya tidak menampik keviralan ini, tapi kami tidak mau terperangkap," ujarnya.
Baca juga: Kisah Pilu Ibu Muda, Dibawa ke Hotel Diperkosa Oknum Polisi di Boyolali
Sementara itu, Rektor UINSA Surabaya, Masdar Hilmy menanggapi munculnya dugaan kekerasan seksual di kampusnya seperti yang diunggah akun Instagram @uinsa.garis.lurus. Dia menyatakan, hingga saat ini belum menerima laporan pelecehan seksual yang terjadi ataupun dilakukan mahasiswa atau dosen UINSA.
"Kami tidak bisa menindak karena kami belum menerima laporan (pelecehan seksual) hingga saat ini," katanya, Selasa (18/1/2022). Pihaknya sendiri tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan karena belum menemukan kasus pelecehan seksual seperti yang beredar di sosial media.
Baca juga: Hendak Setubuhi Selingkuhan di Gudang, Pria OKU Ini Dipergoki Anaknya Sendiri
Dia menegaskan jika memang ada laporan masuk maka akan ditindaklanjuti dan akan diberikan sanksi yang sesuai. "Kami ingin hati-hati pada kasus yang beredar. Saya tidak menampik keviralan ini, tapi kami tidak mau terperangkap," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :