Di Tengah Pandemi, Berburu Rumah di Ruang Sepi
Kamis, 11 Juni 2020 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Kemudahan Lewat Teknologi
Teknologi mengambil peranan penting di masa pandemi COVID-19. Kehadirannya menembus batas celah tiap-tiap rumah untuk terus produktif. Memulai sesuatu yang baru untuk bisa membantu masyarakat.
Kehadiran SiKasep pun membuka banyak tabir keinginan warga untuk memiliki rumah. Serta meningkatkan kinerja penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang terus diberikan oleh pemerintah.
Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR Arief Sabaruddin menuturkan, banyak para MBR yang membutuhkan informasi. Kehadiran SiKasep tentunya meningkatkan kinerja PPDPP dalam menyalurkan FLPP secara lebih cepat. Menyebar berbagai informasi bagi MBR dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai kemampuannya.
"Pengembang yang telah teregistrasi bisa berkontribsi dalam sistem ini dengan memasok data perumahannya secara lengkap. Baik itu perumahan yang sudah tersedia, sedang dibangun, maupun rencana pembangunan di masa yang akan datang," katanya.
Bahkan, katanya, pengguna SiKasep akan terhubung antara pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem "host to host". Pihaknya menjamin keamanan aplikasi itu, hal itu karena telah disertifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pemanfaatan aplikasi SiKasep ini juga berbasis pada koordinat, sehingga pengguna dapat mengajukan permohonan KPR subsidi seperti KPR Sejahtera FLPP atau lainnya kepada bank yang diinginkan. Pengguna juga bisa memeriksa status pengajuan KPR bersubsidinya.
Arief menilai SiKasep mampu menjawab tuntutan era generasi milenial dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan inovasi di bidang teknologi dan informasi.
Jalan teknologi itu membawa kemudahan bagi masyarakat yang ada di tiap-tiap wilayah untuk tetap mematuhi aturan physical distancing. Ia pun memprediksi ada ceruk 81 juta jiwa generasi milenial masih belum memiliki rumah. Mereka pasar potensial perumahan bagi para pengembang.
Di tengah pandemi masih ada harapan. PPDPP sendiri mencatat, realisasi penyaluran FLPP kuartal I mencapai Rp1,052 triliun untuk 10.436 unit rumah. Sejak COVID-19 masih ke Indonesia, harapan realisasi masih terus berjalan.
Makanya, target penyaluran bantuan pembiayaan perumahan FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun DIPA 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok bisa terwujud. Pihaknya yakin target itu bisa direalisasikan karena kehadiran SIKasep sebagai lokomotifnya.
Baginya, di tengah pelaksanaan physical distancing untuk meredam penyebaran COVID-19, progres penyaluran itu menunjukkan bahwa proses bisnis penyaluran FLPP tetap berjalan.
Pada kuartal I tahun ini bank pelaksana juga masih agresif. Dalam menyalurkan FLPP, PPDPP bekerja sama dengan 37 bank pelaksana, yakni 10 bank nasional dan 27 BPD, baik konvensional maupun syariah.
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sendiri mencatat realisasi penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp2,909 triliun. SMF bersama BLU PPDPP telah menyaluran kepada 88.911 melalui 12 bank penyalur KPR FLPP. Secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari 2005 sampai dengan 31 Desember 2019 mencapai Rp62,05 triliun
Direktur utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, ada dampak positif ketika banyak MBR yang memperoleh fasilitas KPR FLPP. "Ada penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect," jelasnya.
Teknologi mengambil peranan penting di masa pandemi COVID-19. Kehadirannya menembus batas celah tiap-tiap rumah untuk terus produktif. Memulai sesuatu yang baru untuk bisa membantu masyarakat.
Kehadiran SiKasep pun membuka banyak tabir keinginan warga untuk memiliki rumah. Serta meningkatkan kinerja penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang terus diberikan oleh pemerintah.
Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR Arief Sabaruddin menuturkan, banyak para MBR yang membutuhkan informasi. Kehadiran SiKasep tentunya meningkatkan kinerja PPDPP dalam menyalurkan FLPP secara lebih cepat. Menyebar berbagai informasi bagi MBR dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai kemampuannya.
"Pengembang yang telah teregistrasi bisa berkontribsi dalam sistem ini dengan memasok data perumahannya secara lengkap. Baik itu perumahan yang sudah tersedia, sedang dibangun, maupun rencana pembangunan di masa yang akan datang," katanya.
Bahkan, katanya, pengguna SiKasep akan terhubung antara pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem "host to host". Pihaknya menjamin keamanan aplikasi itu, hal itu karena telah disertifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pemanfaatan aplikasi SiKasep ini juga berbasis pada koordinat, sehingga pengguna dapat mengajukan permohonan KPR subsidi seperti KPR Sejahtera FLPP atau lainnya kepada bank yang diinginkan. Pengguna juga bisa memeriksa status pengajuan KPR bersubsidinya.
Arief menilai SiKasep mampu menjawab tuntutan era generasi milenial dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan inovasi di bidang teknologi dan informasi.
Jalan teknologi itu membawa kemudahan bagi masyarakat yang ada di tiap-tiap wilayah untuk tetap mematuhi aturan physical distancing. Ia pun memprediksi ada ceruk 81 juta jiwa generasi milenial masih belum memiliki rumah. Mereka pasar potensial perumahan bagi para pengembang.
Di tengah pandemi masih ada harapan. PPDPP sendiri mencatat, realisasi penyaluran FLPP kuartal I mencapai Rp1,052 triliun untuk 10.436 unit rumah. Sejak COVID-19 masih ke Indonesia, harapan realisasi masih terus berjalan.
Makanya, target penyaluran bantuan pembiayaan perumahan FLPP sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun DIPA 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok bisa terwujud. Pihaknya yakin target itu bisa direalisasikan karena kehadiran SIKasep sebagai lokomotifnya.
Baginya, di tengah pelaksanaan physical distancing untuk meredam penyebaran COVID-19, progres penyaluran itu menunjukkan bahwa proses bisnis penyaluran FLPP tetap berjalan.
Pada kuartal I tahun ini bank pelaksana juga masih agresif. Dalam menyalurkan FLPP, PPDPP bekerja sama dengan 37 bank pelaksana, yakni 10 bank nasional dan 27 BPD, baik konvensional maupun syariah.
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sendiri mencatat realisasi penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp2,909 triliun. SMF bersama BLU PPDPP telah menyaluran kepada 88.911 melalui 12 bank penyalur KPR FLPP. Secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari 2005 sampai dengan 31 Desember 2019 mencapai Rp62,05 triliun
Direktur utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, ada dampak positif ketika banyak MBR yang memperoleh fasilitas KPR FLPP. "Ada penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :