BPOM-Pemkab Bulukumba Jalin Sinergi dalam Pengawasan Obat dan Makanan

Jum'at, 14 Januari 2022 - 13:23 WIB
loading...
BPOM-Pemkab Bulukumba...
Wabup Bulukumba Andi Edy Manaf saat menerima kunjungan rombongan dari BPOM Makassar, belum lama ini. Foto: Eky Hendrawan
A A A
BULUKUMBA - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba menjalin sinergitas dalam pengawasan obat dan makanan. Hal itu dikemukakan oleh Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, saat menerima kunjungan pihak BPOM Makassar, belum lama ini.

Ia menekankan perlindungan konsumen terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya mesti menjadi atensi. Musababnya, makanan dengan kandungan zat berbahaya bisa berdampak kesehatan manusia. Nah, untuk pengawasan obat dan makanan, pihak BPOM merupakan instansi yang merupakan garda terdepan.

Baca Juga: Bulukumba Jadi Sasaran Pelaksanaan Program Sekolah Penggerak

Edy menekankan pengawasan terhadap sejumlah produk, baik berupa makanan, minuman, obat-obatan, hingga produk kecantikan harus terus dilakukan. Di Bulukumba , saat ini semakin banyak produk di pasaran yang tentunya membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari BPOM dan seluruh pihak terkait yang membidangi hal tersebut.

"Dengan perkembangan itu, kemudian kita selaku pemerintah harus mengimbangi percepatan perkembangan pelaku usaha tersebut. Ya, mulai dari pengawasan, perizinan dan sertifikasi, menentukan standar sampai menjamin keamanan konsumen," ujar Edy.

Untuk itu, mantan legislator Sulsel itu menyambut baik kehadiran BPOM selaku stakeholder di bidang pengawasan makanan dan obat-obata.

Ia juga berkomitmen untuk mensinergikan program BPOM dengan Pemkab Bulukumba, khususnya terkait pengawasan dan pendampingan kepada para pelaku usaha yang saat ini tengah didorong oleh Pemkab Bulukumba dalam menggerakkan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Kepala Balai Besar POM Makassar, Hardinaningsih, mengapresiasi niat Pemkab Bulukumba untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap peredaran produk makanan/minuman dan obat-obatan agar keamanan konsumen dapat terjamin.

Hardinaningsih menyebutkan saat ini BPOM tengah menjalankan tiga program nasional. Dimana tiga program tersebut yakni Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas yang di dalamnya akan dilakukan identifikasi pasar tradisional yang memenuhi persyaratan pasar sehat, melatih petugas pengelola pasar dalam melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya, dan melakukan sosialisasi aksi Pasar Aman kepada komunitas pasar.

Program kedua yakni Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAUS) yang memiliki peran penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah. Bahaya mikrobiologi, fisik, maupun kimia, kata Hardinaningsih, sangat mungkin mencemari PJAUS karena praktik keamanan pangan yang buruk dan lingkungan yang tercemar.

Baca Juga: Personel Satpol PP Bulukumba Diminta Turun ke Kecamatan

Oleh karena itu, pengawasan keamanan PJAUS dan juga pembinaan produsen, penjual, serta konsumen PJAUS harus dilakukan secara holistik agar keamanan PJAUS sejak diproduksi hingga dikonsumsi tetap terjamin.

Program yang ketiga yakni Desa Pangan Aman, dimana program tersebut bertujuan mewujudkan keamanan pangan di tingkat desa.

Lewat penerapan program itu, ia berharap terbentuk masyarakat yang mandiri dalam melaksanakan keamanan pangan sehingga praktek keamanan pangan yang baik dapat menjadi kebiasaan bahkan budaya di masyarakat serta memperkuat ekonomi desa.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
BPOM Gandeng BNN dan...
BPOM Gandeng BNN dan Polri Awasi Peredaran dan Penyalahgunaan Whip Pink
Posko BPOM Peduli Banjir...
Posko BPOM Peduli Banjir Aceh, Taruna Ikrar: Hadirkan Layanan Konseling
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik,...
BPOM, Dinkes, MUI, Disdik, dan Sivitas Akademika Tinjau SPPG Polri Lampung Selatan
Produsen MinyaKita Ilegal...
Produsen MinyaKita Ilegal di Banten Digerebek, Raup Untung Rp45 Juta Setiap Bulan
Awas! Makanan Berformalin...
Awas! Makanan Berformalin dan Pakai Pewarna Tekstil Ditemukan di Banyumas
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
BPOM Tegaskan Peraturan...
BPOM Tegaskan Peraturan BPOM No 5/2026 Bukan Soal Penempatan Apoteker
BPOM: Isu Wajib Apoteker...
BPOM: Isu Wajib Apoteker di Minimarket Hoaks, yang Diatur Pengelolaan Obatnya
Rekomendasi
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved