Nyi Mas Gandasari, Luruh dalam Alunan Ayat Suci Alquran
Sabtu, 01 Januari 2022 - 05:52 WIB
loading...
A
A
A
Selendang Nyi Mas Gandasari beradu dengan rambut panjang Soka yang sakti. Akhirnya, selendang Nyi Mas Gandasari berhasil melilit tubuh Soka. Sebaliknya, tubuh Nyi Mas Gandasari juga terlilit rambut sakti Soka.
Baca: Dyah Pitaloka Citraresmi dan Tudingan Penyebab Perang Bubat Melawan Majapahit
Karena tidak ada yang mau mengalah, Sunan Gunung Jati akhirnya turun tangan menengahi. Pertarungan dianggap seri, tetapi Sunan Gunung Jati mengatakan Soka bisa menjadi suami Nyi Mas Gandasari, namun Nyi Mas menolak.
Selanjutnya, Soka menjadi murid Sunan Gunung Jati dan memeluk agama Islam. Dia belajar ilmu tasawuf Sunan Gunung Jati. Bagi warga Karang Kendal, Soka dikenal juga sebagai Syeh Magelang Sakti.
Singkat cerita, Soka terkenang kembali dengan Nyi Mas Gandasari dan pergi ke rumahnya. Tetapi, orang yang dicarinya tidak ada. Dengan hati berat, Soka akhirnya kembali ke Pesanggrahan Karang Kendal.
Baca: Kehebatan Jung Jawa, Kapal Induk Kerajaan Majapahit yang Menyerang Portugis
Di tengah jalan, dia menginap di gubuk kosong dan rusak, karena ditinggal pemiliknya. Dia lalu berdoa kepada Allah, dan membuka kitab suci Alquran, lalu membacanya. Suaranya terdengar merdu, marasuk ke dalam kalbu.
Di waktu bersamaan, Nyi Mas Gandasari melintas bersama keluarganya. Dia mendengar suara orang mengaji dengan khusuk, sambil berdoa di dalam hati akan menikahi pria itu jika dia belum beristri. Ternyata, orang itu adalah Soka.
Nyi Mas Gandasari merasa sangat terkejut. Namun, Soka telah mengalahkan hatinya. Keduanya lalu pergi menemui Sunan Gunung Jati dan meminta restu. Sebelum menikah, rambut panjang sakti Soka dipotong.
Keduanya lalu menikah dan hidup bahagia. Soka melanjutkan dakwahnya menyebarkan agama Islam di pesisir utara Jawa. Demikian ulasan singkat Cerita Pagi ini diakhiri. Semoga memberikan manfaat.
Sumber tulisan:
Agus Sunyoto, Buku 3: Sang Pembaharu, Perjuangan dan Ajaran Syaikh Siti Jenar, LKis Yogyakarta, 2004.
Agus Sunyoto, Buku 5: Sang Pembaharu, Perjuangan dan Ajaran Syaikh Siti Jenar, LKis Yogyakarta, 2004.
Alik al Adhim, Sunan Gunung Jati-Peletak Dasar Kerajaan Islam di Jawa, JPBOOKS, 2016.
Baca: Dyah Pitaloka Citraresmi dan Tudingan Penyebab Perang Bubat Melawan Majapahit
Karena tidak ada yang mau mengalah, Sunan Gunung Jati akhirnya turun tangan menengahi. Pertarungan dianggap seri, tetapi Sunan Gunung Jati mengatakan Soka bisa menjadi suami Nyi Mas Gandasari, namun Nyi Mas menolak.
Selanjutnya, Soka menjadi murid Sunan Gunung Jati dan memeluk agama Islam. Dia belajar ilmu tasawuf Sunan Gunung Jati. Bagi warga Karang Kendal, Soka dikenal juga sebagai Syeh Magelang Sakti.
Singkat cerita, Soka terkenang kembali dengan Nyi Mas Gandasari dan pergi ke rumahnya. Tetapi, orang yang dicarinya tidak ada. Dengan hati berat, Soka akhirnya kembali ke Pesanggrahan Karang Kendal.
Baca: Kehebatan Jung Jawa, Kapal Induk Kerajaan Majapahit yang Menyerang Portugis
Di tengah jalan, dia menginap di gubuk kosong dan rusak, karena ditinggal pemiliknya. Dia lalu berdoa kepada Allah, dan membuka kitab suci Alquran, lalu membacanya. Suaranya terdengar merdu, marasuk ke dalam kalbu.
Di waktu bersamaan, Nyi Mas Gandasari melintas bersama keluarganya. Dia mendengar suara orang mengaji dengan khusuk, sambil berdoa di dalam hati akan menikahi pria itu jika dia belum beristri. Ternyata, orang itu adalah Soka.
Nyi Mas Gandasari merasa sangat terkejut. Namun, Soka telah mengalahkan hatinya. Keduanya lalu pergi menemui Sunan Gunung Jati dan meminta restu. Sebelum menikah, rambut panjang sakti Soka dipotong.
Keduanya lalu menikah dan hidup bahagia. Soka melanjutkan dakwahnya menyebarkan agama Islam di pesisir utara Jawa. Demikian ulasan singkat Cerita Pagi ini diakhiri. Semoga memberikan manfaat.
Sumber tulisan:
Agus Sunyoto, Buku 3: Sang Pembaharu, Perjuangan dan Ajaran Syaikh Siti Jenar, LKis Yogyakarta, 2004.
Agus Sunyoto, Buku 5: Sang Pembaharu, Perjuangan dan Ajaran Syaikh Siti Jenar, LKis Yogyakarta, 2004.
Alik al Adhim, Sunan Gunung Jati-Peletak Dasar Kerajaan Islam di Jawa, JPBOOKS, 2016.
(hsk)
Lihat Juga :