Pakar Gender UNS Terbitkan Buku Cegah Kekerasan Seksual pada Remaja

Senin, 08 Juni 2020 - 19:00 WIB
loading...
Pakar Gender UNS Terbitkan...
Dekan FISIP UNS, Prof Ismi Dwi Astuti Nurhaeni menunjukkan buku berjudul Strategi Mencegah Kekerasan Seksual pada Remaja SMA dan SMK Berbasis Teknologi Informasi karyanya. Foto/Dok Humas UNS
A A A
SOLO - Pakar Gender Universitas Sebelas Maret ( UNS ) Solo menerbitkan buku berjudul Strategi Mencegah Kekerasan Seksual pada Remaja SMA dan SMK Berbasis Teknologi Informasi. Buku ini disusun oleh Profesor Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS bersama tim yang berjumlah empat orang.

Tim yang terlibat adalah Rino Ardhian Nugroho (Dosen FISIP UNS ), Yusuf Kurniawan (Dosen Fakultas Ilmu Budaya), Melda Kumalaningrum (Alumni S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS), dan Intan Sani Putri (Mahasiswa S2 Magister Administrasi Publik UNS).

"Berawal dari hibah riset yang diberikan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) selama tiga tahun untuk melakukan penelitian, saya dan tim menelusuri permasalahan gender yang masih marak terjadi di masyarakat," kata Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, Senin (8/6/2020).(Baca juga: Penulis Satupena Hadirkan Buku Kemanusiaan pada Masa Corona )

Isu kekerasan seksual berbasis teknologi informasi pada remaja SMA dan SMK menjadi topik yang akhirnya dikembangkan. Mengambil sampel di wilayah eks-Karisidenan Surakarta, tim peneliti memutuskan mengambil 14 sampel sekolah yang terdiri dari 7 SMA dan 7 SMK. Kriteria sekolah yang dipilih adalah sekolah favorit menurut masyarakat dan sekolah yang telah mengikuti pelatihan berkaitan responsif gender. Bisa dikatakan sekolah yang telah memahami perbedaan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam proses pembelajaran.

Menurut hasil yang diperoleh, kasus kekerasan seksual di sekolah tidak menunjukan angka yang tinggi. Namun ditemukan beberapa gejala yang memiliki potensi berkembangnya kekerasan seksual di sekolah. Merujuk dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bahwa tidak ada toleransi pada beragam bentuk kekerasan, maka potensi kekerasan sekecil apapun, termasuk kekerasan seksual, harus dihilangkan.

Kuesioner disebarkan pada 50 anak di masing-masing sekolah untuk mengetahui kondisi yang terjadi dikalangan siswa. Selain itu, peneliti juga melakukan Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam bersama empat guru Bimbingan Konserling (BK) di masing-masing sekolah yang dipilih.

Pada kesempatan tersebut mulai dijelaskan bahwa kemajuan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sering disalahgunakan oleh beberapa siswa untuk menginisiasi tindakan yang menyimpang atau memiliki dampak tidak baik bagi siswa yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang TIK.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Perkuat Literasi, MNC...
Perkuat Literasi, MNC Peduli Salurkan Ratusan Buku ke SDN Cibilik Sukabumi
Para Guru Besar FK UNS...
Para Guru Besar FK UNS Minta Presiden Prabowo Ingatkan Menkes
Memalukan! Kekerasan...
Memalukan! Kekerasan di Porsema UNS Solo, Leher Mahasiswa Ditendang hingga Masuk RS
Profil Budi Santoso,...
Profil Budi Santoso, Jebolan UNS yang Jadi Menteri Perdagangan di Kabinet Merah Putih
Dukung Pengembangan...
Dukung Pengembangan Dunia Pendidikan, Bank Jatim Teken MoU dengan UNS
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved