Djojodigdo, Kisah Patih Blitar Penakluk Amukan Gunung Kelud

Selasa, 14 Desember 2021 - 07:32 WIB
loading...
Djojodigdo, Kisah Patih...
Tampak makam Patih Kadipaten Blitar Raden Mas Ngabehi Pawadiman Djojodigdo atau Eyang Djojodigdo di Pesarean Djojodigdan Kota Blitar. Foto/solichan arif
A A A

PESAREAN Djojodigdan di Kota Blitar selalu menjadi tempat mengungsi warga tiap Gunung Kelud meletus. Mbah Lasiman, penjaga pesarean masih ingat bagaimana wajah para pengungsi bersimbah keringat. Kepala mereka menengadah ke langit malam, menyaksikan kilat yang tidak berhenti menyambar-nyambar. Meski was-was, warga percaya lahar panas, material batu bercampur kerikil serta pasir yang dimuntahkan Kelud, tak akan berani menyentuh kediaman Eyang Djojodigdo.

“Lahar Kelud larinya ke utara. Tidak ke selatan,” tutur Mbah Lasiman penjaga pesarean Djojodigdan Kota Blitar. “Karena lahar takut sama eyang (Djojodigdo)”. Sejarah mencatat, pada tahun 1901 dan 1919 Gunung Kelud meletus. Gunung setinggi 1.731 meter itu mengamuk. Material bersuhu tinggi yang dimuntahkan merenggut banyak nyawa. Pada 14 Februari 2014 Kelud kembali erupsi. Jutaan kubik abu vulkanik sempat melumpuhkan sebagian besar aktifitas di wilayah Kediri dan Yogyakarta.

Baca juga: Sultan Trenggono, Raja Demak yang Berhasil Lumpuhkan Kekuatan Majapahit

Sebelumnya pada tahun 2008, erupsi Kelud memunculkan kubah (anak kelud). Letusan dahsyat Kelud juga berlangsung pada tahun 1965 dan tahun 1990. Material batu mencelat ke angkasa, dan saat jatuh meluluh lantakkan banyak bangunan rumah. Tidak sedikit warga yang tewas akibat tertimpa material atau tertindih bangunan rumah. Namun warga yang mengungsi di kediaman Eyang Djojodigdo, selamat.

“Hanya hujan debu. Tidak sampai ada lahar,” kata Mbah Lasiman yang sudah sebelas tahun menjaga Djojodigdan.

Djojodigdan merupakan nama kediaman Patih Kadipaten Blitar Raden Mas Ngabehi Pawadiman Djojodigdo atau Eyang Djojodigdo. Konon Djojodigdo memiliki cemeti atau cambuk sakti bernama Kiai Samandiman yang mampu mengusir lahar Kelud. Pernah suatu ketika lahar hendak menerjang pendopo Djojodigdan. Namun ajaib. Begitu Kiai Samandiman dilecutkan, lahar panas tiba-tiba menyingkir dengan sendirinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Semburkan Kolom Abu Setinggi 1.800 Meter
Pagi Ini Gunung Dukono...
Pagi Ini Gunung Dukono Erupsi Setinggi 3 Km, PVMBG Ingatkan Ancaman Abu Vulkanik
Erupsi Gunung Dukono...
Erupsi Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Ketinggian Kolom Abu Tembus 3,4 Km
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
NASA Laporkan Gunung...
NASA Laporkan Gunung Berapi Bawah Laut Teraktif di Dunia Keluarkan Gelembung
Gunung Berapi Purba...
Gunung Berapi Purba Etiopia Meletus setelah 12.000 Tahun Tertidur
Rekomendasi
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved