Gunung Ibu Erupsi, 3.000 Jiwa Harus Dievakuasi
Kamis, 16 Januari 2025 - 19:33 WIB
loading...
BNPB memerkirakan sebanyak 3.000 jiwa harus dievakuasi akibat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. FOTO/BNPB
A
A
A
HALMAHERA BARAT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memerkirakan sebanyak 3.000 jiwa harus dievakuasi akibat erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Evakuasi ini sebagai respon kesiapsiagaan atas kenaikan status level Gunung Ibu ke level IV 'Awas' sejak Rabu (15/1/2025) kemarin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, terdapat lima titik pengungsian yang telah siap digunakan untuk menampung hingga 3.000 pengungsi antara lain di Gereja Tongotesungi Desa Akesibu. Gereja Tua Gemih Sion Desa Akesibu, SMKS Anak Negeri Jl.Bionuri Akesibu, Kantor Desa Tongute Sungi, dan SD Inpres 18, Jalan Bionuri Desa Akesibu. Kelima pengungsian ini berada di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.
Sementara itu, Aam, sapaan Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 120 warga desa di wilayah rawan bencana erupsi Gunungapi Ibu melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi sementara ke Pos Pengungsian di Gereja Tongotesungi di Desa Akesibu Kecamatan Ibu.
"Dari lima titik pengungsian tersebut, satu titik telah terisi yaitu di Gereja Tongotesungi. Di lokasi ini terdapat 63 KK atau 120 jiwa pengungsi yang terdiri dari 46 anak, 11 balita, 21 lansia, 42 dewasa. Para pengungsi berasal dari Desa Sangaji Nyeku, Tuguis, Togoreba Sungi, Soasangaji, Borona, dan Todoke," kata Aam dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, terdapat lima titik pengungsian yang telah siap digunakan untuk menampung hingga 3.000 pengungsi antara lain di Gereja Tongotesungi Desa Akesibu. Gereja Tua Gemih Sion Desa Akesibu, SMKS Anak Negeri Jl.Bionuri Akesibu, Kantor Desa Tongute Sungi, dan SD Inpres 18, Jalan Bionuri Desa Akesibu. Kelima pengungsian ini berada di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.
Sementara itu, Aam, sapaan Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 120 warga desa di wilayah rawan bencana erupsi Gunungapi Ibu melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi sementara ke Pos Pengungsian di Gereja Tongotesungi di Desa Akesibu Kecamatan Ibu.
"Dari lima titik pengungsian tersebut, satu titik telah terisi yaitu di Gereja Tongotesungi. Di lokasi ini terdapat 63 KK atau 120 jiwa pengungsi yang terdiri dari 46 anak, 11 balita, 21 lansia, 42 dewasa. Para pengungsi berasal dari Desa Sangaji Nyeku, Tuguis, Togoreba Sungi, Soasangaji, Borona, dan Todoke," kata Aam dalam keterangan resminya, Kamis (16/1/2025).
Lihat Juga :