Tujuh Pelaku Pengrusakan dan Penganiayaan di Asrama Mahasiswa Ditangkap

Selasa, 07 Desember 2021 - 19:02 WIB
loading...
Tujuh Pelaku Pengrusakan dan Penganiayaan di Asrama Mahasiswa Ditangkap
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Nana Sudjana saat memberikan keterangan terkait dengan penangkapan tujuh pelaku penyerangan asrama mahasiswa di Makassar. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Polisi menangkap tujuh orang terduga pelaku pengrusakan dan penganiayaan Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), sampai berlanjut ke asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan asrama Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, dari tujuh pelaku lima di antaranya diduga terlibat di lokasi pertama Sekretariat Fakultas Pertanian UIM Makassar, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Mereka yakni MAF (21), MG (23), Y (23), W (22) dan MR (23).



"Semuanya mahasiswa. MAF, berperan sebagai provokator, MG yang menganiaya korban, Arham. Lalu Y dan W menyembunyikan papporo dan parang. Dan MR menguasai senjata tajam jenis badik," kata dia di Mapolrestabes Makassar, Selasa (7/12/2021).

Nana mengatakan, akibat kejadian tersebut. Arham mengalami luka tebas di tangan kanan dan kirinya hingga nyaris terputus. Korban merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UIM Makassar . Peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat (26/11/2021) sekira pukul 21.10 Wita.

Jenderal polisi bintang dua ini, menerangkan peristiwa itu bermula ketika MAF bersama rekan-rekannya datang ke Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM untuk bertemu dengan Arham, selaku ketua BEM. Namun hanya dapat menemui wakil ketua.

"MAF dan rekan-rekannya ini bermaksud meminta data mahasiswa baru fakultas tersebut yang berasal dari Luwu. Kemudian wakil ketua ini menyampaikan agar dibuatkan surat lebih dulu. Di situlah timbul percekcokan, kemudian anak-anak dari IPMIL ini pulang menemui rekan lainnya," kata Nana.

"Malam harinya mereka datang lagi dan melakukan penganiayaan kepada ketua BEM yang kebetulan sedang berada di sekretariat. Sehingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka akibat disabet badik dan parang di tangan kirinya hampir putus, dan kanannya luka berat," sambung Nana.

Alhasil, rekan-rekan Arham yang kebetulan berasal dari Kabupaten Bone membalas menyerang, merusak, dan menganiaya penghuni Asrama IPMIL di Jalan Sungai Limboto, Kecamatan Makassar, Minggu (28/11) sekira pukul 02.00 Wita. Akibatnya satu orang terluka parah dalam peristiwa ini.



Korban, yakni Muhammad Abdullah Said (20) mengalami luka di pergelangan tangan kiri hampir putus, luka robek di kepala belakang dan samping. Hingga kini Said masih dirawat di Rumah Sakit Pelamonia. Kondisinya diklaim Kapolda berangsur pulih.

Dari kejadian tersebut, polisi telah mengamankan dua orang tersangka inisial EKP (24) yang berperan melempar molotov ke asrama IPMIL dan AS (25), berperan sebagai otak penyerangan . "Pelaku penganiayaan kepada korban Said, masih dalam lidik, tapi identitasnya sudah kita ketahui," ungkap Nana.

Polisi juga masih mencari pelaku penyerangan dan pengrusakan di Asrama KEPMI Bone yang diduga aksi balasan pada kejadian di Asrama IPMIL. "Penyerangan di Asrama IPMIL ada sekitar 21 orang, ini masih kita kejar, pasti akan ditangkap," tegas Kapolda.

Alumni Akademi Kepolisian 1988 ini menyampaikan, untuk penyerangan dan pengrusakan asrama KEPMI Bone ditaksir pelaku berjumlah 40 orang. Akibat kejadian itu sejumlah fasilitas rusak akibat ledakan molotov dan lemparan batu. Beruntung tak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.



Nana menyatakan sejauh tim dari Ditreskrimum Polda Sulsel, Ditintelkam Polda Sulsel dan Satreskrim Polrestabes Makassar terus melakukan pelacakan. "Sekali lagi sampaikan untuk para pelaku agar menyerahkan diri, siap berbuat yah siap bertanggung jawab . Siapapun itu kami akan tindak tegas," jelasnya.

Polisi juga menyita puluhan senjata tajam, badik, parang, dan busur. Serta bahan peledak dan senjata rakitan jenis papporo. Dari lokasi pelaku diamankan, di Makassar, Kabupaten Bone dan Kabupaten Luwu.

Untuk mencegah hal serupa, Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah baik Gubernur, Bupati dari daerah tersebut. Serta Pangdam XIV Hasanuddin untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.
(agn)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2016 seconds (0.1#10.140)