Mencekam! Warga 2 Kampung Bentrok Berdarah, Polres Sukabumi Tindak Tegas Pelaku

Senin, 06 Desember 2021 - 06:22 WIB
loading...
Mencekam! Warga 2 Kampung Bentrok Berdarah, Polres Sukabumi Tindak Tegas Pelaku
Aparat gabungan dari Polres Sukabumi Kota, Polsek Gunungguruh, Koramil Cisaat sedang mengamankan lokasi kejadian penyerangan warga. Foto/MPI/Dharmawan Hadi
A A A
SUKABUMI - Ketegangan terjadi antar warga dua kampung di Sukabumi, Senin (6/12/2021) dini hari. Warga dari dua kampung ini nyaris terlibat bentrokan berdarah, akibat pertandingan sepak bola antar kampung (Tarkam).

Baca juga: Bentrokan Suporter Bola di Sukabumi Pecah, Serang Pemain dan Rusak Kendaraan

Polres Sukabumi Kota bergerak cepat menangani keributan antar kampung yang dimulai dari bentrokan suporter final sepak bola tarkam Pasir Badak Jero (Pajero FC), menghadapi Legoknyenang (Bedeng FC), pada Minggu (6/12/2021).



Keributan yang meluas hingga terjadi penyerangan dan perusakan kepada kendaraan sepeda motor, serta mobil milik warga Kampung Legoknyenang, oleh warga Kampung Awi Nenggang. Sebanyak empat unit sepeda motor dan satu kaca mobil dipecahkan dalam penyerangan tersebut.

Baca juga: Tragis! Diperkosa Berulang Kali, Ini Penyebab Ibu Muda di Rokan Hulu Takut Lapor Polisi



Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin meredam perselisihan kedua kampung yang bertikai degan menurunkan personel Pengendalian Masyarakat (Dalmas) yang dibantu oleh unit lainnya, serta anggota dari Polsek Gunungguruh dan anggota Koramil Cisaat Sukabumi.

"Alhamdulillah sudah aman terkendali, anggota Polres Sukabumi Kota memisahkan kedua kampung yang bertikai, dan sudah dilakukan mediasi di antara kedua kampung tersebut," ujar Zainal, Senin (6/12/2021) dini hari.

Sementara itu Kapolsek Gunungguruh, Iptu Didin Waslidin mengatakan, awal terjadinya bentrokan tersebut karena salah paham di antara pemain, suporter yang bertanding pada kejuaraan sepak bola piala Kades Cibolang, yang rutin tiap tahun diselenggarakan.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1963 seconds (10.55#12.26)