9 Tahun Menabung, Penjual Donat di Mojokerto Gagal Haji
Minggu, 07 Juni 2020 - 11:33 WIB
loading...
Jamaah Haji berada di Bandara Juanda Surabaya, beberapa waktu lalu. Foto/Ilustrasi/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
MOJOKERTO - Kerja keras Mufidah (53) selama sembilan tahun menyisihkan uang hasil usaha jualan donat keliling, harus dibayar dengan kegagalannya berangkat ibadah haji tahun ini.
(Baca juga: Asyik Nongkrong di Cafe, 12 Orang Reaktif Saat Rapid Test )
Pandemi COVID-19, membuat mimpi warga Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, untuk ke Tanah Suci Mekah harus tertunda tanpa batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto ini, dengan penuh ketulusan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sejak tahun 2011 silam. Dan seharusnya, ibu tiga anak ini bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Pemerintah akhirnya mengambil kebijakan membatalkan ibadah haji tahun ini, karena situasi pandemi COVID-19 yang belum juga mereda. Menghadapi kenyataan itu, Mufidah mengaku menerima semua ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
(Baca juga: Pandemi COVID-19, Ini Kata Indra Sjafri Tentang Liga 1 2020 )
Untuk mendaftar haji, Mufidah bersama suaminya kala itu, dengan penuh ketulusan menyisihkan uang hasil penjualan kuenya. Namun sayang, sebelum waktunya selesai melunasi uang untuk ibadah haji tersebut, suaminya keburu dipanggil sang khalik.
(Baca juga: Asyik Nongkrong di Cafe, 12 Orang Reaktif Saat Rapid Test )
Pandemi COVID-19, membuat mimpi warga Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, untuk ke Tanah Suci Mekah harus tertunda tanpa batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto ini, dengan penuh ketulusan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit sejak tahun 2011 silam. Dan seharusnya, ibu tiga anak ini bisa berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
Pemerintah akhirnya mengambil kebijakan membatalkan ibadah haji tahun ini, karena situasi pandemi COVID-19 yang belum juga mereda. Menghadapi kenyataan itu, Mufidah mengaku menerima semua ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
(Baca juga: Pandemi COVID-19, Ini Kata Indra Sjafri Tentang Liga 1 2020 )
Untuk mendaftar haji, Mufidah bersama suaminya kala itu, dengan penuh ketulusan menyisihkan uang hasil penjualan kuenya. Namun sayang, sebelum waktunya selesai melunasi uang untuk ibadah haji tersebut, suaminya keburu dipanggil sang khalik.
Lihat Juga :