alexametrics

New Normal di Panti Wreda, Lansia Harapkan Pertemuan Virtual Privat

loading...
New Normal di Panti Wreda, Lansia Harapkan Pertemuan Virtual Privat
Aktivitas para orang tua lanjut usia (lansia) di Panti Wreda Alim Semarang. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
A+ A-
SEMARANG - Psikolog Unika Soegijapranata Semarang, Aprilia Subandrio menyebut orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terpengaruh kejiwaannya di tengah pandemi COVID-19.

"Anak-anak biasanya sekolah ketemu dan bermain dengan teman-temannya, tetapi hari-hari biasa saat ini harus di rumah.Lansia, apalagi yang ada di Panti Wreda (panti jompo) ini. Mereka menanti-nanti kehadiran keluarga, seminggu sekali, setiap weekend. Pada situasi pandemi COVID-19 saat ini semakin tambah lama tak ketemu," kata Aprilia kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).

Menurutnya, ketika lansia masuk ke Panti Wreda, ada rasa seperti "dibuang". Mereka seharusnya bisa tinggal di rumah, tapi karena ada alasan khusus dititipkan di Panti Wreda.(Baca juga: Pandemi COVID-19, Oma Opa Rayakan Hari Lansia Secara Virtual)



"Mereka yang mungkin ga ngerti COVID-19 itu apa, corona itu apa, mungkin dikira sakit biasa. Mereka secara kognitif kurang paham tentang kondisi ini. Mungkin ada beberapa dari mereka mengira secara total sudah dilupakan, bener-bener "dibuang" oleh keluarga, padahal sebenarnya tidak. Memang keluarga tidak ke panti karena untuk melindungi mereka," ujar anggota tim psikolog Panti Wreda Alim Semarang ini.

Aprilia berharap adanya pertemuan virtual bisa melepas kangen. Karena dalam meeting daring (online) tersebut ada sambutan dari keluarga, sehingga setidaknya mereka mengerti bahwa keluarga itu bukan melupakan, tapi untuk kebaikan lansia.

"Harapan nanti ke depannya pertemuaan virtual mungkin bisa lebih privat antara lansia dengan keluarganya sendiri bisa dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, aktivitas para lansia dalam menghadapi fase new normal atau tatanan hidup baru di Panti Wreda tidak jauh beda karena tetap harus menerapkan protokol kesehatan. "Mau new normal atau nanti dibuka kembali untuk visit keluarga, tetap harus protokol kesehatan," katanya.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak