Polisi Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Razia Kendaraan Plat DW dan DP
Senin, 29 November 2021 - 07:26 WIB
loading...
Polrestabes Makassar memastikan informasi terkait razia yang berplat DW dan DP imbas penyerangan asrama mahasiswa daerah adalah hoaks. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana memastikan informasi akan adanya sweeping atau razia yang berplat kendaraan DW dan DP imbas penyerangan asrama mahasiswa daerah adalah hoaks. Masyarakat maupun mahasiswa dari Bone dan Luwu Raya diimbau tenang.
Hal itu disampaikan orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Makassar saat melakukan pertemuan dengan aparatur pemerintah, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dari dua daerah tersebut. Pertemuan dilakukan di salah satu kafe di Kecamatan Mamajang, Minggu (28/11/2021) sore.
Baca Juga: OTK Serang Asrama Mahasiswa, Polisi Jamin Keamanan
"Sweeping-sweeping itu tidak ada. Kami sudah melakukan kegiatan-kegiatan preventif, pencegahan untuk tetap menjaga Makassar ini kondusif. Sekali lagi jangan terpancing isu ini. Kalau ini terjadi kami akan berikan tindakan," tegas Witnu.
Mantan Direktur Intelkam Polda Sulsel itu mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa baik dari Luwu Raya maupun Bone untuk tidak terpancing dengan isu tersebut. "Jangan lagi menyebarkan pesan-pesan hoaks. Masalah ini sedang kami tangani," ungkap Witnu.
Hal itu disampaikan orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Makassar saat melakukan pertemuan dengan aparatur pemerintah, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dari dua daerah tersebut. Pertemuan dilakukan di salah satu kafe di Kecamatan Mamajang, Minggu (28/11/2021) sore.
Baca Juga: OTK Serang Asrama Mahasiswa, Polisi Jamin Keamanan
"Sweeping-sweeping itu tidak ada. Kami sudah melakukan kegiatan-kegiatan preventif, pencegahan untuk tetap menjaga Makassar ini kondusif. Sekali lagi jangan terpancing isu ini. Kalau ini terjadi kami akan berikan tindakan," tegas Witnu.
Mantan Direktur Intelkam Polda Sulsel itu mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa baik dari Luwu Raya maupun Bone untuk tidak terpancing dengan isu tersebut. "Jangan lagi menyebarkan pesan-pesan hoaks. Masalah ini sedang kami tangani," ungkap Witnu.
Lihat Juga :