Bunuh 4 Pasiennya, Begini Cara Dukun Pengganda Uang Magelang Mengoplos Air dengan Potasium

Kamis, 25 November 2021 - 16:18 WIB
Bunuh 4 Pasiennya, Begini Cara Dukun Pengganda Uang Magelang Mengoplos Air dengan Potasium
Dukun pengganda uang IS (57) memperagakan adegan mencampur air putih dengan potasium untuk meracun 4 pasiennya hingga tewas, Kamis (25/11/2021). Foto/Ist
A A A
MAGELANG - Satreskrim Polres Magelang menggelar rekontruksi (adegan ulang) kasus tindak pidana pembunuhan berencana dengan tersangka dukun pengganda uang berinisial IS (57). Rekonstruksi berlangsung di di halaman belakang Polres, Kamis (25/11/2021).

Tersangka yang merupakan warga Karangtengah, Sutopati, Kajoran, Kabupaten Magelang diketahui telah membunuh empat orang pasiennya. Tersangka memeragakan cara mencampur air putih dengan potasium yang diberikan kepada para korban.

Baca juga: Dukun Keji Pengganda Uang Bunuh 4 Warga Magelang, Polisi: Tersangka Pelaku Tunggal

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menjelaskan, dalam rekonstruksi terdapat 47 adegan yang diperagakan tersangka. Sebanyak 47 adegan tersebut merupakan rekonstruksi tiga kasus dengan jumlah korban empat orang.

"Pada adegan ke-10, tersangka IS memperagakan bagaimana cara mencampur potasium dengan air putih yang diberikan kepada para korbannya," terang Kapolres.

Kapolres menyatakan, rekontruksi bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang terang mengenai peran dari tersangka, saksi dan korban. Selama kurang lebih satu jam rekontruksi berlangsung dan pihak tersangka didampingi pengacara dan disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum(JPU) dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang.



"Adapun tujuan rekontruksi juga untuk melengkapi berkas perkara yang saat ini masih dilaksanakan oleh penyidik (Satreskrim)," katanya.

Baca juga: Profil Haji Rame, Berani Borong Tembakau Petani Temanggung secara Tunai Rp20 Miliar

Menurut Kapolres, rekontruksi ini lebih difokuskan pada kasus kejadian yang terakhir. Mengingat terungkapnya kasus ini berawal dari kasus yang terakhir. "Rekontruksi ini lebih kita fokuskan pada kejadian yang terakhir, karena terungkapnya kasus ini berawal dari kejadian yang terakhir,"katanya. Kapolres.



Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Magelang Tata Hendrata menuturkan, dari rekontruksi ulang sudah tergambar jelas dugaan pembunuhan berencana.

Mulai dari tersangka membeli potasium di toko pertanian hingga korban meracik minuman yang diberikan kepada korban, menggambarkan adanya dugaan rencana pembunuhan. "Tapi ini kan masih penyidikan. Dari kepolisian, tim penyidik menyangkakan pembunuhan berencana atau pembunuhan biasa," tandasnya.
(shf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1374 seconds (10.177#12.26)