Mendagri Soroti Realisasi Serapan Anggaran APBD Pemda di Sumut

Rabu, 24 November 2021 - 10:57 WIB
Mendagri Soroti Realisasi Serapan Anggaran APBD Pemda di Sumut
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat rapat Forkopimda di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman, Medan. Foto/Ist
A A A
MEDAN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegur sejumlah pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut) mengenai serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rendah.

Mendagri menyebut ada delapan daerah di Sumut dengan serapan APBD yang masih di bawah 50 persen. Realisasi belanja daerah yang masih di bawah 80 persen menjelang akhir tahun juga jadi sorotan.

Baca juga: Kapan PPKM Level 3 Diberlakukan, Satgas: Tunggu Instruksi Mendagri

Berdasarkan data yang Kemendagri, realisasi belanja Pemprov Sumut masih Rp9,51 triliun dari total anggaran Rp13,9 triliun.

Sedangkan untuk jumlah realisasi penerimaan pendapatan baik dari dana transfer pemerintah pusat dan penerimaan asli daerah masih 79,35 persen. Hal itu disampaikan saat pemaparan rapat Forkopimda di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman, Medan.

"Di sini kita bisa lihat gap pendapat dan belanja. Sumut 79,35 persen, sedangkan realisasi belanja 68,28 persen. Ini artinya masih ada celah fiskal lebih kurang 11 persen, ini yang mungkin perlu digenjot 11 persen ini," ujar Tito dikutip Rabu (24/11/2021).

Selanjutnya mantan Kapolri itu menyebut realisasi penerimaan APBD Kota Siantar yang masih rendah yakni berkisar 51 persen. Menurutnya, hal itu akan berpengaruh terhadap belanja.



Baca juga: Pinrang Heboh! Seorang Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Uang Tunai Setengah Miliar Rupiah

Daerah yang disebut Mendagri yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebesar 49,62 persen, Kabupaten Mandailing Natal 49,40 persen, Kabupaten Nias 49,22 persen, Kota Sibolga 46,92 persen, Kota Medan 46,22 persen, Kota Tanjungbalai 45,37 persen, Kota Padangsidimpuan 44,98 persen dan Kabupaten Karo 43,54 persen.

"Saya mau atensi teman-teman wali kota dan bupati, masih ada beberapa daerah yang belanja nya di bawah 50 persen, ada 45 persen ini menunjukkan bahwa ada uang yang tertahan, mudah-mudahan akhir tahun mulai dibayar November dan Desember," ungkapnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2017 seconds (10.101#12.26)