RS Siloam Makassar Edukasi Warga Cara Mengatasi Batu Ginjal
Rabu, 17 November 2021 - 22:42 WIB
loading...
Siloam Hospital Makassar, Sulawesi Selatan, mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Penyakit batu ginjal akan menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Siloam Hospital Makassar, Sulawesi Selatan, mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Penyakit batu ginjal (nefrolitiasis) yang tidak ditangani akan menjadi masalah kesehatan, terutama bagi pria dan wanita di usia 30 hingga 60 tahun.
Dokter spesialis Urologi Dr dr Syarif Sp.U (K), mengatakan akan menjadi masalah bagi kesehatan jika batu ginjal tidak ditangani. "Terjadi penurunan fungsi ginjal, sehingga sulit mengatur tekanan darah dan regulasi cairan pada tubuh," kata dokter Syarif, Rabu (17/11/2021). Baca juga: Maknai Hari Kesehatan Nasional, RS Siloam Sentosa Tambah Fasilitas CT Scan
Pemicu penyakit batu ginjal, kata Syarif, adalah makanan dan gaya hidup. "Jenis makanan yang tersedia di sekitar wilayah Indonesia banyak yang mengandung purin, yaitu zat makanan sebagai penyebab awal keluhan asam urat. Kadar asam urat yang tinggi akan menjadi resiko timbulnya batu di saluran kencing," jelas dokter Syarif.
Adapun gangguan batu ginjal dapat terjadi di bagian ginjal, saluran atas atau bawah dan kandung kemih. Gejala batu ginjal ini diawali dengan sakit pinggang dengan nyeri yang hebat diiringi komplikasi seperti urine berdarah, berpasir maupun keluar batu.
Deteksi dini atau pemeriksaan awal keluhan batu ginjal dapat dilakukan melalui CT scan urografi. "Melalui CT scan urografi pemeriksaan mendeteksi batu ginjal di saluran urine dapat segera diketahui hasilnya," tutur Syarif.
Lebih lanjut dijelaskan Syarif, batu ginjal terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Contoh zat kimia yang dapat membentuk batu ginjal adalah kalsium dan asam oksalat. Seiring waktu, jelasnya, materi tersebut semakin keras dan menyerupai batu.
Untuk menghilangkan batu ginjal, bisa melalui obat-obatan ataupun dengan tindakan operasi medis. "Penyembuhan dapat dilakukan dengan obat, namun apabila tidak juga berhasil, akan dilakukan tindakan ESWL atau PCNL," ujarnya.
Dokter spesialis Urologi Dr dr Syarif Sp.U (K), mengatakan akan menjadi masalah bagi kesehatan jika batu ginjal tidak ditangani. "Terjadi penurunan fungsi ginjal, sehingga sulit mengatur tekanan darah dan regulasi cairan pada tubuh," kata dokter Syarif, Rabu (17/11/2021). Baca juga: Maknai Hari Kesehatan Nasional, RS Siloam Sentosa Tambah Fasilitas CT Scan
Pemicu penyakit batu ginjal, kata Syarif, adalah makanan dan gaya hidup. "Jenis makanan yang tersedia di sekitar wilayah Indonesia banyak yang mengandung purin, yaitu zat makanan sebagai penyebab awal keluhan asam urat. Kadar asam urat yang tinggi akan menjadi resiko timbulnya batu di saluran kencing," jelas dokter Syarif.
Adapun gangguan batu ginjal dapat terjadi di bagian ginjal, saluran atas atau bawah dan kandung kemih. Gejala batu ginjal ini diawali dengan sakit pinggang dengan nyeri yang hebat diiringi komplikasi seperti urine berdarah, berpasir maupun keluar batu.
Deteksi dini atau pemeriksaan awal keluhan batu ginjal dapat dilakukan melalui CT scan urografi. "Melalui CT scan urografi pemeriksaan mendeteksi batu ginjal di saluran urine dapat segera diketahui hasilnya," tutur Syarif.
Lebih lanjut dijelaskan Syarif, batu ginjal terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Contoh zat kimia yang dapat membentuk batu ginjal adalah kalsium dan asam oksalat. Seiring waktu, jelasnya, materi tersebut semakin keras dan menyerupai batu.
Untuk menghilangkan batu ginjal, bisa melalui obat-obatan ataupun dengan tindakan operasi medis. "Penyembuhan dapat dilakukan dengan obat, namun apabila tidak juga berhasil, akan dilakukan tindakan ESWL atau PCNL," ujarnya.
Lihat Juga :