Cegah Varian Baru Corona, Pemprov Jatim Waspadai Kedatangan Pekerja Migran Via Laut

Selasa, 16 November 2021 - 08:46 WIB
Cegah Varian Baru Corona, Pemprov Jatim Waspadai Kedatangan Pekerja Migran Via Laut
Cegah varian baru corona, Pemprov Jawa Timur waspadai kedatangan PMI lewat jalur laut.Foto/ilustrasi
A A A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah mewaspadai para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Jatim melalui pintu-pintu non penerbangan internasional. Di antaranya lewat jalur laut. Disinyalir Malaysia dan Singapura menemukan varian baru COVID-19 yakni AY.4.2.

Orang nomor satu di Jatim itu meminta kepada Kapolda dan Pangdam membantu koordinasi dengan Pemda tempat transito perihal wilayah perlintasan antar provinsi. Kedatangan para PMI diperkirakan dapat melalui pelayaran dilanjutkan penerbangan domestik.

Baca juga: Genjot Literasi Masyarakat, Khofifah Dorong Perpustakaan Terus Kembangkan Inovasi Digital

"Terlebih ketika penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Juanda masih ditutup," katanya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi bersama Forkopimda dan bupati/walikota se-Jatim, Senin (15/11/2021).



Selain bentuk kewaspadaan di area pintu masuk, Khofifah juga menyatakan bahwa kabupaten/kota harus segera menyiapkan operasi yustisi secara random. Utamanya sebagai kesiap siagaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Kondisi antisipatif ini menjadi format untuk bersiap mengantisipasi Natal dan Tahun baru," ungkapnya.

Baca juga: Aparat Bubarkan Paksa Demo 80 Imigran Afganistan, 2 Orang Pingsan

Ia mengatakan, meski gelombang kepulangan PMI yang masif ini belum terjadi, tindakan preventif dan pengawasan sudah harus digencarkan. Terutama dari jalur Malaysia ke Indonesia yang bisa melalui banyak pintu.

"Koordinasi dengan kabupaten/kota yang menjadi perlintasan harus kita koordinasikan bersama dan komunikasikan. Sangat mungkin mereka masuk melalui kapal dan lanjut dengan domestic flight, dan sebagainya," imbaunya
(msd)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2029 seconds (11.97#12.26)