Program Wisata Covid-19 Pemprov Sulsel Sudah Habiskan Anggaran Rp2 Miliar
Kamis, 04 Juni 2020 - 23:35 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, dalam penanganan Covid-19, Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran hingga Rp500 miliar. Peruntukan anggaran tersebut untuk penanganan kesehatan dan keselamatan, jaring pengaman sosial, serta penanganan dampak ekonomi. Diharapkan anggaran ini dapat digunakan efisien dan sesuai kebutuhan.
Lebih rinci, Plt Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi Bakri, menjelaskan, anggaran Rp2 miliar yang sudah dihabiskan untuk program Wisata Covid-19 dipakai bayar hotel dan makanan peserta.
“Jadi Rp2 miliar itu untuk pembayaran hotel dan katering paket Wisata Covid-19, ini dari awal program,” jelas Junaedi.
Ia melanjutkan, paket Wisata Covid-19 dari sisi anggaran diletakkan pada penanganan masalah. Selain itu, aspek manfaatnya fokus pada penanganan masalah kesehatan dan ekonomi. Sebab, program ini juga menggerakkan hotel dan usaha katering yang ada.
Lebih jauh dia menjelaskan, penggunaan lokasi karantina hotel telah melalui berbagai pertimbangan. Selain fasilitas, juga agar hotel yang terdampak Covid-19 ini tidak tutup dan merumahkan karyawannya.
Adapun petugas di program ini terdiri dari tim Dinkes, tim pendamping, tim laboratorium, tim Unicef, tim medis terdiri dari dokter dan perawat, tim pengamanan TNI-Polri.
Lebih rinci, Plt Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Junaedi Bakri, menjelaskan, anggaran Rp2 miliar yang sudah dihabiskan untuk program Wisata Covid-19 dipakai bayar hotel dan makanan peserta.
“Jadi Rp2 miliar itu untuk pembayaran hotel dan katering paket Wisata Covid-19, ini dari awal program,” jelas Junaedi.
Ia melanjutkan, paket Wisata Covid-19 dari sisi anggaran diletakkan pada penanganan masalah. Selain itu, aspek manfaatnya fokus pada penanganan masalah kesehatan dan ekonomi. Sebab, program ini juga menggerakkan hotel dan usaha katering yang ada.
Lebih jauh dia menjelaskan, penggunaan lokasi karantina hotel telah melalui berbagai pertimbangan. Selain fasilitas, juga agar hotel yang terdampak Covid-19 ini tidak tutup dan merumahkan karyawannya.
Adapun petugas di program ini terdiri dari tim Dinkes, tim pendamping, tim laboratorium, tim Unicef, tim medis terdiri dari dokter dan perawat, tim pengamanan TNI-Polri.
Lihat Juga :