Menahan Tangis, Kepala SMKN 2 Tondano Sesalkan Ulah Siswanya Tantang Kapolsek Berkelahi
Kamis, 04 November 2021 - 04:05 WIB
loading...
Kepala SMK Negeri 2 Tondano, Fice S Lompoliuw memperlihatkan dua siswanya dalam lampiran kertas kepada wartawan, Rabu (3/11/2021). Foto: MPI/Subhan Sabu
A
A
A
MINAHASA - Kepala SMK Negeri 2 Tondano, Minahasa , Sulut, Fice S Lompoliuw tampak menahan tangis, matanya berkaca-kaca saat menceritakan ulah dua siswanya berinisial SFS dan AS .
Ulah dua siswanya yang viral itu karena menantang Kapolsek Toulimambot, Polres Minahasa, Iptu Jenner Robinhood Sinaga berkelahi.
Sang Kasek mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. “Yang saya sesali selaku pimpinan karena kedua anak ini bukan anak yang nakal, tidak ada kasus selama ini, baik wali kelas di kelas 12 dan juga guru BK, tapi itulah kejadian yang memang tidak diinginkan oleh kami semua terlebih pihak sekolah,” kata Fice S Lompoliuw, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Sok Jagoan, Anak SMA Diduga Mabuk Tantang Anggota Polisi Berkelahi
Dia juga mengaku kedua siswa masing-masing SFS dan AS merupakan siswa yang manis di sekolah dan tidak ada catatan buruk di sekolah.
Meski demikian kata dia, pihak sekolah tetap menindaklanjuti permasalahan tersebut. Meski kejadiaannya sudah di luar jam sekolah, tapi itu tetap menjadi tanggung jawab pihak sekolah karena siswa tersebut adalah siswa SMK 2 Tondano.
Ulah dua siswanya yang viral itu karena menantang Kapolsek Toulimambot, Polres Minahasa, Iptu Jenner Robinhood Sinaga berkelahi.
Sang Kasek mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. “Yang saya sesali selaku pimpinan karena kedua anak ini bukan anak yang nakal, tidak ada kasus selama ini, baik wali kelas di kelas 12 dan juga guru BK, tapi itulah kejadian yang memang tidak diinginkan oleh kami semua terlebih pihak sekolah,” kata Fice S Lompoliuw, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: Sok Jagoan, Anak SMA Diduga Mabuk Tantang Anggota Polisi Berkelahi
Dia juga mengaku kedua siswa masing-masing SFS dan AS merupakan siswa yang manis di sekolah dan tidak ada catatan buruk di sekolah.
Meski demikian kata dia, pihak sekolah tetap menindaklanjuti permasalahan tersebut. Meski kejadiaannya sudah di luar jam sekolah, tapi itu tetap menjadi tanggung jawab pihak sekolah karena siswa tersebut adalah siswa SMK 2 Tondano.
Lihat Juga :