Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dan Ditelanjangi, Aneh! Banpol Perintah Saksi Kuras Bak Mandi Penuh Darah

Selasa, 02 November 2021 - 18:55 WIB
loading...
Ibu dan Anak Gadisnya...
Saksi pembunuhan Tuti Suhartini (55), dan anak gadisnya Amalia Mustika Ratu (23), Muhammad Ramdanu alias Danu (21) menguras bak mandi penuh darah usai pembunuhan. Foto/Dok.iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
A A A
BANDUNG - Pembunuhan sadis terhadap ibu dan anak gadisnya, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), hingga kini belum juga terungkap pelaku dan motifnya. Namun, dari hasil pemeriksaan saksi yang dilakukan polisi, ditemukan hal aneh terjadi usai pembunuhan terjadi.

Baca juga: Kriminolog Sesalkan Saksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Kuras Bak Mandi Bercampur Darah usai Pembunuhan

Hal aneh itu, salah satunya dilakukan oleh saksi Muhammad Ramdanu alias Danu (21). Keponakan korban tersebut, ternyata sempat menguras bak mandi yang kondisinya penuh darah. Tindakan itu dilakukan Danu, sehari setelah terjadinya pembunuhan sadis.



Dari hasil pemeriksaan, Danu melakukan pengurasan bak mandi penuh darah tersebut, berdasarkan perintah seseorang yang belakangan diketahui sebagai petugas bantuan polisi (Banpol).

Baca juga: Cantik Bak Aura Kasih, Gadis Seksi Asal Jogja Ini Sukses Bisnis Ayam Petarung

Kepada penyidik yang memeriksanya, Danu mengaku, mendampingi Banpol itu saat masuk ke TKP. Usai masuk ke dalam TKP, Danu pun menuruti keinginan orang yang tak dikenalnya itu untuk menguras bak mandi.

Kejanggalan yang dilakukan Danu tersebut, menjadi sorotan tajam Kriminolog Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Agustinus Pohan. "Harusnya, TKP atau lokasi sebuah peristiwa tindak pidana tidak boleh dirusak atau dilakukan pengubahan apapun," tegasnya.

Menurutnya, kejanggalan ini harus didalami. Mengingat, pembersihan bak mandi penuh darah tersebut atas perintah seorang yang katanya anggota Banpol. "Banpol harusnya paham kalau TKP tidak boleh dilakukan perubahan. Kalau ini sampai ada perubahan, arahnya belum tentu juga pada pengungkapan," jelasnya.

Baca juga: Uluwatu Bali Gempar, Kera Putih Muncul di Pura Selonding

Bahkan, Agustinus mengatakan bahwa langkah Danu membersihkan bak mandi berisi air bercampur darah itu bisa menyesatkan penyidik dalam mengungkap kasus pembunuhan itu. Pasalnya, TKP merupakan sumber informasi bagi penyidik dalam melakukan pengungkapan tindak pidana.

"TKP itulah yang bisa memberikan informasi apa yang sebenarnya terjadi, kalau TKP rusak bisa menyesatkan penyidikan dan itu berbahaya. Bisa mengarah kepada pihak yang tidak bersalah," katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, pihaknya tidak akan mengenyampingkan keterangan Danu yang menguras bak mandi di TKP pembunuhan berdasarkan perintah seseorang yang diketahui sebagai Banpol.

Baca juga: Nekat Jualan Sabu, Ibu Muda Berwajah Manis di Palembang Terancam 20 Tahun Penjara

"Keterangan itu tidak akan kita kesampingkan, silakan saja yang bersangkutan (Danu) menyampaikan, tetapi kita tetap berpedoman pada hasil penyelidikan dan kita fokus dalam pembuktian yang dicari dan didapatkan penyidik," tegas Erdi.

Erdi menegaskan, penyidik tidak akan gegabah dalam menentukan petunjuk maupun bukti yang disampaikan saksi dalam keterangannya. Selain itu, penyidik hanya akan berpatokan pada fakta di lapangan, penyidikan, dan pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan.

Sebelumnya Danu menjalani pemeriksaan sebagai saksi peristiwa pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. Dalam pemeriksaan polisi, Danu dicecar 16-17 pertanyaan terkait perannya usai peristiwa pembunuhan itu.

Danu dicecar pertanyaan terkait perannya menguras bak mandi di rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP), sehari setelah peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi atau Kamis (19/8/2021).
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadis! Perempuan Dibunuh...
Sadis! Perempuan Dibunuh dan Dibakar Mantan Pacar, Jasadnya Dibuang ke Sungai Enim
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Perempuan Dikejar dan...
Perempuan Dikejar dan Diduga Dianiaya saat Akan Bersaksi di Persidangan
Daftar Lengkap 36 Saksi...
Daftar Lengkap 36 Saksi yang Diperiksa Polisi terkait Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Berita Terkini
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved