alexametrics

Terus Bertambah, Hari Ini 35 Warga Kediri Positif Covid-19

loading...
Terus Bertambah, Hari Ini 35 Warga Kediri Positif Covid-19
ilustrasi
A+ A-
KEDIRI - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri terus bertambah. Sebanyak 35 orang warga Kabupaten Kediri pada Rabu malam ini (3/6) diumumkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri sebagai kasus baru. Dengan tambahan tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri menjadi 150 kasus.

"Hari ini terdapat 35 orang tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Ahmad Chotib, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dalam keterangan rilisnya Rabu malam (3/6/2020). Dari sebanyak 35 kasus baru, 24 kasus diantaranya merupakan warga Kecamatan Semen.

Selebihnya merupakan warga Kecamatan Plemahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Pare, Kecamatan Kunjang dan Kecamatan Mojo. Menurut Ahmad Chotib, kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri terbagi atas 19 klaster. Sebanyak 43 kasus diantaranya merupakan klaster buruh pabrik rokok Simustika Kabupaten Tulungagung.



Kemudian sebanyak 22 diantaraya merupakan klaster baru, 27 kasus klaster Kedak Kecamatan Semen, dan selebihnya klaster pelatihan haji, klaster Ponpes Temboro Magetan, klaster Sampoerna, klaster Maspion Surabaya dan lain sebagainya.

"Para pasien ada yang dirawat di rumah sakit dan ada yang melakukan isolasi mandiri, "terang Ahmad Chotib. Dalam kesempatan itu Ahmad Chotib juga menjelaskan dari sebanyak 150 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri, 133 diantaranya menjalani perawatan.

Sementara 9 pasien lainnya dinyatakan sembuh dan sebanyak 8 pasien meninggal dunia. Mengingat angka kasus Covid-19 masih terus bertambah, Ahmad Chotib menghimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. "Memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga physical distancing," pungkasnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak