Hari Santri Nasional, Guru Mengaji dan Santri di Maros Dapat Insentif
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada para guru mengaji.
"Semoga guru mengaji bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak tentang pentingnya literasi Al-Qur'an," imbuh pria 44 tahun itu.
Baca juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Chaidir juga mengajak para alim ulama, kyai, dan para santri untuk mendukung program pemerintah dalam melakukan vaksinasi. "Semoga para santri dan kyai terus menyosialisasikan vaksinasi di masyarakat, dan juga lingkungan keluarganya, " ucapnya.
Dia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok santri dan warga pesantren di Kabupaten Maros telah mencapai 50 persen. Hal ini tidak terlepas dari perhatian dari pembina pesantren yang merespon positif pelaksanaan vaksinasi bagi santri. Chaidir juga berharap para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abdul Hafied M Talla mengatakan, selain guru mengaji, terdapat beberapa santri yang juga mendapatkan bantuan. "Guru mengaji 30 orang dan santri TPQ 40 orang dan santri pondok pesantren 30 orang," katanya. Dia mengatakan, insentif tersebut bersumber dari infaq Kementrian Agama Maros.
"Semoga guru mengaji bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak tentang pentingnya literasi Al-Qur'an," imbuh pria 44 tahun itu.
Baca juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Chaidir juga mengajak para alim ulama, kyai, dan para santri untuk mendukung program pemerintah dalam melakukan vaksinasi. "Semoga para santri dan kyai terus menyosialisasikan vaksinasi di masyarakat, dan juga lingkungan keluarganya, " ucapnya.
Dia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok santri dan warga pesantren di Kabupaten Maros telah mencapai 50 persen. Hal ini tidak terlepas dari perhatian dari pembina pesantren yang merespon positif pelaksanaan vaksinasi bagi santri. Chaidir juga berharap para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abdul Hafied M Talla mengatakan, selain guru mengaji, terdapat beberapa santri yang juga mendapatkan bantuan. "Guru mengaji 30 orang dan santri TPQ 40 orang dan santri pondok pesantren 30 orang," katanya. Dia mengatakan, insentif tersebut bersumber dari infaq Kementrian Agama Maros.
Lihat Juga :