2 Kelompok Emak-emak Bersitegang Protes Penutupan Jalan, Dua Provokator Diamankan
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 03:18 WIB
loading...
Dua kelompok emak-emak di Kota Medan bersitegang dan adu mulut memprotes penutupan jalan. Foto: iNewsTV/Yudha Bahar
A
A
A
MEDAN - Dua kelompok emak-emak di Jalan Nippon, Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kota Medan , Sumatera Utara, kembali bersitegang dan terlibat adu mulut karena memprotes penutupan jalan yang dilalui truk.
Bahkan, sejumlah truk tanpa muatan dengan sengaja dibentangkan ke badan jalan mengakibatkan arus lalu lintas mengular hingga 5 kilometer, 2 orang sopir diduga provokator diamankan polisi.
Baca juga: Brigadir NP, Oknum Polisi yang Banting Mahasiswa Akhirnya Ditahan
Kelompok emak-emak meminta jalan kembali dibuka agar truk dapat masuk ke dalam jalan. Mereka membentangkan spanduk penolakan blokade jalan, sementara kelompok emak-emak lainnya menutup jalan agar truk yang dinilai membahayakan masyarakat tidak melintas.
Bahkan sejumlah warga yang tinggal di kawasan tersebut dan tidak berada di pihak manapun tidak bisa beraktivitas seperti sediakala, karena 2 unit truk milik kelompok emak-emak yang memiliki usaha pergudangan dengan sengaja dibentangkan di tengah badan jalan hingga mengakibatkan kecamatan sejauh 5 kilometer.
Baca juga: Ngeri! 8 Kapal Pukat Harimau Vietnam Bebas Menangkap Ikan di Natuna
“Kami hanya meminta agar jalan kembali dibuka supaya aktivitas warga kembali normal, itu saja, apalagi kita yang tinggal di dalam bisa leluasa keluar masuk,” kata Dedek, warga Jalan Nippon.
Bahkan, sejumlah truk tanpa muatan dengan sengaja dibentangkan ke badan jalan mengakibatkan arus lalu lintas mengular hingga 5 kilometer, 2 orang sopir diduga provokator diamankan polisi.
Baca juga: Brigadir NP, Oknum Polisi yang Banting Mahasiswa Akhirnya Ditahan
Kelompok emak-emak meminta jalan kembali dibuka agar truk dapat masuk ke dalam jalan. Mereka membentangkan spanduk penolakan blokade jalan, sementara kelompok emak-emak lainnya menutup jalan agar truk yang dinilai membahayakan masyarakat tidak melintas.
Bahkan sejumlah warga yang tinggal di kawasan tersebut dan tidak berada di pihak manapun tidak bisa beraktivitas seperti sediakala, karena 2 unit truk milik kelompok emak-emak yang memiliki usaha pergudangan dengan sengaja dibentangkan di tengah badan jalan hingga mengakibatkan kecamatan sejauh 5 kilometer.
Baca juga: Ngeri! 8 Kapal Pukat Harimau Vietnam Bebas Menangkap Ikan di Natuna
“Kami hanya meminta agar jalan kembali dibuka supaya aktivitas warga kembali normal, itu saja, apalagi kita yang tinggal di dalam bisa leluasa keluar masuk,” kata Dedek, warga Jalan Nippon.
Lihat Juga :