Pelabuhan dan Pertanian Jantung Ekonomi Penentu Kejayaan Kerajaan Pajajaran
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:58 WIB
loading...
Kerajaan Pajajaran di bawah Raja Prabu Siliwangi memiliki komoditas utama pertanian. (Ist)
A
A
A
BANDUNG - Kerajaan Pajajaran di bawah Raja Prabu Siliwangi memiliki komoditas utama pertanian. Konon, hampir sebagian besar pertanian di Pajajaran merupakan daerah penghasilan sayur-sayuran, buah-buahan, padi, dan lada.
Hal ini dikisahkan pada buku "Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquene. Namun, dari sekian utama pertanian yang dihasilkan Kerajaan Pajajaran, lada menjadi penghasilan utama dan komoditas ekspor utama.
Selain pertanian, Pajajaran memiliki enam pelabuhan besar yang membantu pertumbuhan ekonomi kerajaan. Berbagai macam kebutuhan primer, sekunder, dan tersier tersedia di pelabuhan. Melalui pelabuhan-pelabuhan inilah komoditas ekspor pertanian dari Kerajaan Pajajaran diangkut.
Konon di era Raja Sri Baduga Maharaja, pelabuhan-pelabuhan adalah jantung ekonomi kerajaan, sehingga ia menjaga kedaulatannya. Tom Gunnar Hoogervost, peneliti Belanda ahli linguistik dengan pendekatan sejarah, melihat fenomena kehidupan laut sangat menentukan bagi perkembangan sejarah.
Tercatat enam pelabuhan ini mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat Pajajaran kala itu di bawah kepemimpinan Sri Baduga Maharaja.
Salah satu pelabuhan terbesar yang menjadi sumber utama Kerajaan Pajajaran adalah Malaka. Malaka tidak hanya diinginkan oleh Kerajaan Pajajaran saja melainkan beberapa kerajaan lain yang ada di Nusantara ingin menguasainya.
Hal ini dikisahkan pada buku "Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquene. Namun, dari sekian utama pertanian yang dihasilkan Kerajaan Pajajaran, lada menjadi penghasilan utama dan komoditas ekspor utama.
Selain pertanian, Pajajaran memiliki enam pelabuhan besar yang membantu pertumbuhan ekonomi kerajaan. Berbagai macam kebutuhan primer, sekunder, dan tersier tersedia di pelabuhan. Melalui pelabuhan-pelabuhan inilah komoditas ekspor pertanian dari Kerajaan Pajajaran diangkut.
Konon di era Raja Sri Baduga Maharaja, pelabuhan-pelabuhan adalah jantung ekonomi kerajaan, sehingga ia menjaga kedaulatannya. Tom Gunnar Hoogervost, peneliti Belanda ahli linguistik dengan pendekatan sejarah, melihat fenomena kehidupan laut sangat menentukan bagi perkembangan sejarah.
Tercatat enam pelabuhan ini mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat Pajajaran kala itu di bawah kepemimpinan Sri Baduga Maharaja.
Salah satu pelabuhan terbesar yang menjadi sumber utama Kerajaan Pajajaran adalah Malaka. Malaka tidak hanya diinginkan oleh Kerajaan Pajajaran saja melainkan beberapa kerajaan lain yang ada di Nusantara ingin menguasainya.
Lihat Juga :