Makan Hidangan Haul, 36 Warga Sukabumi Tumbang Keracunan
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 16:48 WIB
loading...
Para korban keracunan usai menyantap makanan yang disajikan saat selamatan haul di Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat. Foto/Ist
A
A
A
SUKABUMI - Keracunan massal akibat makanan yang dihidangkan di acara selamatan haul, terjadi di Kampung Lembur Tengah, Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).
Sebanyak 36 warga dari Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Warungkiara yang menyantap hidangan tersebut mengalami keluhan mual, muntah, pusing, diare dan lemas. Merekaharus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bantargadung.
Baca juga: Puluhan Warga 2 Desa di Indramayu Keracunan Usai Santap Makanan Acara Tahlil
"Warga yang berasal dari Kampung Nyomplong, Bantargebang, Cikepuh, Pasapen, Cipicung, Cijolang dan Ponpes Al Wasilah Kecamatan Warungkiara, dilaporkan diduga keracunan sehabis menyantap hidangan dari selamatan haul," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani.
Lebih lanjut Anita mengatakan bahwa penanganan warga dengan gejala ringan sebanyak 26 orang, gejala sedang sebanyak 6 orang, gejala berat sebanyak 4 orang. Adapun yang diberikan cairan infus sebanyak 5 orang dan yang diberikan obat oral sebanyak 31 orang.
Sebanyak 36 warga dari Kecamatan Bantargadung dan Kecamatan Warungkiara yang menyantap hidangan tersebut mengalami keluhan mual, muntah, pusing, diare dan lemas. Merekaharus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bantargadung.
Baca juga: Puluhan Warga 2 Desa di Indramayu Keracunan Usai Santap Makanan Acara Tahlil
"Warga yang berasal dari Kampung Nyomplong, Bantargebang, Cikepuh, Pasapen, Cipicung, Cijolang dan Ponpes Al Wasilah Kecamatan Warungkiara, dilaporkan diduga keracunan sehabis menyantap hidangan dari selamatan haul," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani.
Lebih lanjut Anita mengatakan bahwa penanganan warga dengan gejala ringan sebanyak 26 orang, gejala sedang sebanyak 6 orang, gejala berat sebanyak 4 orang. Adapun yang diberikan cairan infus sebanyak 5 orang dan yang diberikan obat oral sebanyak 31 orang.
Lihat Juga :